Tampilkan postingan dengan label orang sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label orang sukses. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 November 2014

Cerita Mantan Pegawai KFC yang Sukses Jadi Miliarder

By Siska Amelie F Deil 

Liputan6.com, Manila - Berawal dari menggeluti pekerjaan sederhana bukan berarti Anda tak bisa sukses. Buktinya, seorang pemuda biasa, Nico Jose `Nix` Nolledo yang pernah bekerja sebagai pegawai di KFC kini mampu menjadi seorang miliarder setelah bisnis yang didirikannya sukses besar.

Mengutip laman inquirer.net, Kamis (28/11/2014), Nolledo berasal dari keluarga Filipina dengan pencapaian prestasi akademis mengagumkan. Ayahnya seorang pakar hukum yang bukunya digunakan di berbagai sekolah hukum.

Sedangkan ibunya, merupakan pengacara handal dan juga pebisnis Ayala Corp. Sementara sang kakak merupakan sorang dokter yang sekolah di Amerika Serikat.

Sementara Nolledo sejak kecil merasa dirinya sudah memiliki bakat berbisnis dan mampu menjadi seorang pengusaha. Saat masih baru masuk sekolah menengah pertama, dia sudah memulai menjalani bisnis.
 
Itu dirasakan saat dirinya bersaing dengan orang-orang cerdas di kelasnya. 

"Sejak kecil, saya sudah merasa bahwa perusahaan dapat menjadi sekolah besar. Benar atau tidak, saya sangat tidak sabar memasuki dunia bisnis profesional," katanya.

Semasa kuliah, Nolledo bahkan sudah mendirikan sebuah bisnis kafetaria. Meski berjalan lancar, tapi dia kesulitan mengatur waktu kuliah dan bisnisnya.

Saat lulus dan menjadi sarjana, bisnisnya juga harus kandas karena dia memprioritaskan lebih banyak waktunya untuk sekolah.
Dia lalu mulai mencari kerja setelah lulus sekolah. Saat itu mencari kerja sangat sulit mengingat pada 1998, krisis finansial melanda Filipina.

Nolledo akhirnya diterima menjadi karyawan KFC. Saat itu pula, orangtua menganggap remeh Nolledo mengingat prestasi keluarga yang sangat luar biasa.

"Ayah saya merasa sangat terluka karena saya tidak meneruskan jejak ayah di bidang hukum dan malah bekerja sebagai karyawan KFC," kisahnya.

Setelah mengalami pahit manisnya pekerjaan sebagai karyawan KFC. Nolledo mulai mendirikan bisnis sendiri dan sukses. 

Kini Nolledo bukan lagi seorang karyawan biasa dan telah menjadi pengusaha handal. Salah satu calon miliarder terkaya dunia ini memiliki perusahaan penyedia konten mobile terbesar di negerinya, Xurpas Inc.

Di perusahaan tersebut, dia juga menjadi CEO dan pimpinan sekaligus. Melalui bisnisnya di bidang teknologi itu, Nolledo diprediksi dapat mendulang harta lebih dari US$ 1 miliar dan menjadi salah satu miliarder terkaya di dunia. (Sis/Ndw)

Kamis, 02 Mei 2013

Pengusaha muda yang sukses – Bong Chandra



pengusaha muda yang sukses - Bong Chandra
pengusaha muda yang sukses – Bong Chandra
Sebuah Sukses Pengusaha Muda sebagai Pengembang Properti. Pada usia 22 tahun, Bong Chandra telah berhasil membangun perumahan pertama proyek 5 hektar dengan nilai investasi Rp 180 miliar. Ia juga seorang penulis dan seorang Bestseller Motivator yang telah diundang untuk memberikan motivasi Perusahaan Terbesar di Dunia pada tahun 2009 (versi Frotune 500). Pada tulisan ini, Bong Chandra telah memberikan motivasi kepada lebih dari 2 juta orang di seluruh Indonesia.
Bong Chandra adalah anak kedua dari tiga bersaudara, lahir di Jakarta, 25 Oktober 1987. Bong Chandra lahir di sebuah keluarga sederhana dan segala sesuatu selalu terpenuhi. Sejak kecil sampai SMA tidak ada prestasi yang telah dicapai Bong chandra. Dia sebelumnya adalah inferior dan tidak memiliki banyak teman, kecilnya, dan menderita penyakit asma membuatnya merasa lebih kecil. Dia juga tidak pernah mendapatkan piala 1 meskipun, dan tidak pernah memenangkan perlombaan dan kompetisi.
Hal ini lebih diperparah ketika krisis ekonomi melanda Indonesia pada tahun 1998. Pada saat itu, keluarga Bong Chandra kebangkrutan. Awalnya Bong Chandra tidak tahu apa yang terjadi, tapi ia mulai menyadari ketika melihat sendiri dipasang pengumuman bahwa rumah ini “TERJUAL”. Situasi menjadi semakin buruk ketika keluarganya harus berutang ribuan dolar untuk membayar kuliah pengusaha muda yang sukses ini.
Situasi ini sangat sulit untuk benar-benar membentuk Bong Chandra menjadi seorang pemuda yang lebih kuat daripada usianya. Pada usia 18 tahun, Bong Chandra memulai usahanya dengan teman – teman. Dalam bisnis perintis saat itu, Bong Chandra banyak mendapatkan hinaan dan comooh dari orang di sekitarnya. Dengan sepeda motor babak belur, ia terus merintis hari kerja dan malam. Pergi keluar kota saja, naik dalam ransum yang sangat sederhana untuk makan siang hanya $ 1.200. Hujan dan panas biasanya diderita oleh Bong Chandra.
Penolakan – penolakan yang dihadapi oleh pengusaha muda yang sukses ini membuatnya tumbuh menjadi lebih kuat. Orang-orang yang meremehkan dan menolaknya sebelum benar-benar melemparkan kayu ke dalam bara api pembakaran. Alih – agak turun, Bong Chandra harus merasa tertantang untuk membuktikan kepada mereka yang meragukan. Sekarang Bong Chandra telah terbukti prestasi yang luar biasa bagi orang – orang yang digunakan untuk memiliki keraguan.
Saat ini Bong Chandra telah memimpin enam perusahaan dan mengawasi karyawan staf 250, antara lain, PT. Triniti Pioneer Property, PT. Bong Chandra Sukses Sistem, PT. Gratis Cuci Mobil Indonesia, dan PT BC Kuliner Indonesia. Bong Chandra juga merupakan Pengembang yang juga telah selesai membangun bernama Ubud Perumahan Desa di wilayah Jakarta Selatan 5,1 hektar dengan investasi sebesar Rp 180 miliar.
Bong Chandra juga penulis Kekayaan Best Seller terbatas yang saat ini terjual hampir 100.000 eksemplar. 100% dari penjualan buku akan royati dsumbangkan ke Vincent Yayasan Jakarta Pusat, selain Bong Chandra juga menulis buku lain berjudul The Science of Luck yang juga Best Seller.
Dia juga memberikan motivasi kepada lebih dari 2 juta orang di TV ONE. Seminar selalu dihadiri oleh ribuan orang, sejak awal 2010, Bong Chandra telah mengadakan seminar 10x masing2 3000 orang menghadiri.
Pada tahun 2009 pengusaha muda yang sukses ini diundang untuk memberikan motivasi di Perusahaan Terbesar di Dunia (versi Fortune 500). Bong Chandra juga telah diundang oleh beberapa perusahaan seperti Shell, Bank BRI, Bank Mandiri, Panin, Commonwealth, Yamaha, Ciputra Group, PLN, Gramedia, Prudential, Sunlife, CNI, TVS Motor, TVI, Real Estate Indonesia, dan masih banyak lagi .
Semua prestasi di awal utang bahkan NOL. Ini membuktikan bahwa hal yang paling penting adalah bukan siapa Anda, tetapi apa yang Anda inginkan besok.

Kamis, 18 April 2013

Pengusaha Muda Sukses Indonesia - Reza Nurhilman (AXL)



Pengusaha muda sukses Indonesia merupakan sosok yang melekat pada Reza Nurhilman yang akrab di panggil "AXL". Kerja keras dan inovasinya yang sangat luar biasa ini menjadikan produknya menjadi sangat fenomenal dan heboh di Indonesia. Pasar marketing yang dibidikpun unik dan inovatif, sangatlah mengikuti perkembangan jaman yang memanfaatkan jejaring sosial twitter untuk media informasi pkeberadaan produknya.

Pengusaha muda yang sukses merupakan impian banyak remaja yang ada di Indonesia. Semoga kisah perjalanan bisnis Reza Nurhilman bisa menginspirasi kita semua, dan semakin membakar semangat kita untuk berjual keras di bidang wirausaha. Yang harapan akhirnya menjadikan terciptanya ribuan pengusaha muda yang mandiri dan mengharumkan nama bangsa karena bisa membantu peluang pekerjaan bagi rakyat Indonesia. Mari kita simak selengkapnya kisah perjalanan  Reza Nurhilman (AXL) untuk menjadi pengusaha muda yang sukses.


profil pengusaha sukses indonesia
Reza Nurhilman (AXL)

Tokoh yang Sukses memanfaatkan marketing melalui media Jejaring Sosial
Biodata Owner Maicih :
1) Nama      : Reza Nurhilman
2) Panggilan  : Axl
3) TTL        : Bandung, 29 September 1987
4) Alamat    : Jl.Padaringan 40 A, Kompleks  KPAD,GegerKalong,
Bandung
5) Pendidikan      : SMPN 1 Cimahi 2002
SMAN 2 Bandung 2005
Univ. Kristen Maranatha , Jur   Manajemen 2009

Profil Produk

1. Keripik singkong pedas ( level 3,5,10)
2. Baso Goreng
3. Gurilem
4. Seblak

Profil Bisnis

Dengan Tagline : “ For Ichiher With Love “ maicih ingin tampul dekat dengan para penggemarnya, selalu memanjakan penggemarnya di seantero nusantara dengan cita rasa yang berkualitas.

Awal Usaha :

·Dimulai pada pertengahan 2010
·Dengan modal 15 juta
·Produksi 50 bungkus per hari
·Varian awal yang keluar keripik dan gurilem
·Memproduksi level 1 sampai level 5
·Dipasarkan dengan cara kelililing

Maicih Masa Kini

·Membuat varian sampai level 10
·Demand konsumen sangat tinggi
·Kapasitas produksi hingga kini 2000 bungkus / hari
·Omset per bulan 800 – 900 Juta ( ± 30 jt / day )
·Memiliki 20-an jenderal as a marketer
·Pemasaran di Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya, dll melalui jenderal
·Pegawai Produksi yang dimiliki 30-an

Belum genap setahun, 'keripik setan' bermerek Maicih menjadi ikon jajanan yang fenomenal di Bandung. Bak tersihir, saat ini banyak orang yang penasaran akan cemilan pedas yang satu ini. Sosok dibalik kesuksesan Maicih adalah Reza Nurhilman atau yang akran disapa Axl. Laki-laki berumur 23 tahun inilah yang menemukan resep keripik dari seorang nenek-nenek.Axl bertemu sosok emak-emak (Nenek-nenek )  yang memang mempunyai resep keripik lada atau keripik setan yang rasanya enak. Sosok emak-emak tersebut bukan bernama Maicih. Axl sendiri membuat nama tersebut agar lebih nyeleneh dan mudah diingat orang. Sosok emak-emak ini identik dengan ke-icihan. Dia pake selalu pakai ciput. Nama aslinya bukan Mak Icih, biar nyeleneh saja jadi beri nama Maicih. Pertemuan Axl dengan Si Emak tersebut terjadi sekitar 3 tahun lalu di daerah Cimahi. Menurut Axl, Emak tersebut tidak menjual keripik setannya secara komersil. Keripik hanya diproduksi saat momen-momen tertentu saja. Sehingga pada tahun 2010.

Kunci sukses pada bisnis yang dilakukan Axl adalah terletak pada bagaimana cara dia berfikir “out of the box” . hal ini ternyata ampuh dilakukannya terbukti dengan usaha yang ia jalani sekarang sangat menjadi bahan perbincangan di kalangan anak muda. Orang penasaran ingin mencoba apa itu maicih, yang digembar-gemborkan orang di twitter. Axl suskses karena berkat ketekunan dan keyakinan nya akan bisnis yang ia jalankan. Menjadi sukses adalah kewajiban dan hak setiap orang. Suskes tidak mungkin datang sendiri , tetapi melalui sebuah perjuangan yang gigih pantang menyerah. Suatu kegagalan itu adalah sangat wajar , orang mengalami kegagalan belum berarti dia menjadi orang yang gagal total, namun sesungguhnya ada hikmah dibalik semua itu yaitu Keberhasilan.

Strategi Pemasaran

Ini merupakan titik berhasilnya maicih dimana dilakukan dengan strategi pemasaran yang out of the box. Axl memanfaatkan kecanggihan teknologi masa kini yaitu dengan media twitter dan Facebook. Axl sengaja membuatn produknya eksklusif agar orang penasaran. Dia tidak membuka toko seperti layaknya kebanyakan penjual, namun dijual dengan memanfaatkan media twitter sebagai informasi lokasi dimana para Jenderal ( agen ) maicih mangkal menjajakan dagangannya.

Pemasaran produk ini berbeda dengan kudapan unik kota Bandung lainnya. Calon pelanggan hanya bisa mengetahui dimana Maicih gentayangan tiap harinya melalui situs microblogging Twitter. Tiap hari @InfoMaicih akan memberi kabar di mana produk Maicih bisa didapatkan. Tim pemasaran Maicih yang disebut sebagai Jenderal, akan menjual produk Maicih di lokasi-lokasi tertentu. Mulai dari kampus, kantor atau tempat keramaian lainnya. Pendek kata, tak ada yang abadi sebagai tempat membeli produk Maicih. Mereka selalu mobile sesuai posisi para jenderal. Cara pemasaran yang cukup unik ini terbukti mendongkrak nama Maicih di jagat twitter. Banyak yang penasaran seperti apa produk Maicih gara-gara membaca kicauan pengguna Twitter yang  bersliweran tiap saat. Dan biasanya mereka yang sudah merasakan kripik setan Maicih pastinya bakal tericih-icih alias kepedasan.

Yang membuat pemasaran produk ini berbeda dengan produk produk lainnya
Twitter Ma Icih bambangworld.blogspot.com
. Hanya dengan berkampanye lewat social media twitter, Maicih, merek keripik pedas asal Bandung, berhasil menaklukkan hati para Icihers. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang ingin naik kelas menjadi “Jendral” Maicih. Efeknya, baru satu setengah tahun, omzet Maicih menembus Rp 7 miliar per bulan.  Bagaimana cara Republik Maicih membuat kalangan anak muda urban di Tanah Air bisa “tericih-icih”?

Siapa sih yang gak kenal kenal dengan Maicih? Itu loh, keripik pedas asal Bandung  yang sekarang sedang happening dan tengah “digilai-gilai” kaum muda. “Gak gaul kalau belum tahu dan nyoba Maicih sampai tericih-icih (tergila-gila—red),” demikian diungkapkan para icihers, sebutan untuk para penggemar keripik Maicih. Ruar biasa memang. Dalam seminggu terakhir misalnya, tak kurang 3800 percakapan di Twitter membicarakan Maicih.

Ya, salah satu yang membuat unik dari Maicih adalah sebutan atau istilah yang dilemparkan manajemen Maicih ketika berkomunikasi dengan para calon konsumen dan pelanggannya melalui Twitter. Ada “Emak” (nenek) untuk pembuat keripik Maicih dan “Cucu” untuk konsumennya. Kemudian, ada “Jendral” untuk reseller-nya, “Icihers” sebutan gaul penggemar Maicih, “Republik Maicih” untuk manajemen, hingga  istilah “tericih-icih” untuk menggambarkan ketagihan akan pedasnya Maicih.

Sejak diluncurkan akhir Juni 2010 lalu, keripik Maicih memang menjadi salah satu hot isu dan fenomenal di kalangan anak muda urban, terutama para peselancar dunia maya. Maklum saja, cara memasarkan keripik Maicih memang beda dengan keripik pedas lainnya—yang notabene sudah lebih dulu beredar di Bandung. “Awalnya kami memasarkan tiga varian Maicih, keripik, seblak, dan  gurilem, lewat jaringan pertemanan dan kekeluargaan,” cerita Reza Nurhilman, pemilik sekaligus President Keripik Maicih yang akrab disapa Axl (baca: Axel).

Melalui jaringan kekerabatan, Axl mencoba menciptakan isu atau word of mouth (WOM). Salah satunya, dengan tingkat kepedasan keripik. “Keripik yang kami jajakan memiliki tingkat kepedasan yang berbeda. Mulai dari level satu sampai lima, dan langsung ke level 10 yang tingkat pedasnya paling tinggi,” lanjutnya.

Walhasil, dengan diferensiasi seperti itu, produk pun direspon positif oleh lingkar kekerabatan Axl. Mereka pun tak segan-segan meng-endorse keripik Maicih lewat kicauan mereka di akun twitter  masing-masing. Dua bulan berjalan, permintaan untuk level tiga dan lima melonjak tajam. Oleh karena itu, produksi keripik pun lebih diperbanyak untuk dua level tersebut.

Melihat efektivitas kicauan teman-temannya di dunia maya, maka Axl pun memutuskan untuk fokus hanya berkomunikasi lewat twitter @infomaicih, facebook #maicih, dan situs www.maicih.co.id. Diterangkan Axl, jumlah follower Maicih saat ini sudah mencapai lebih dari 354 ribu, sedangkan jumlah fanpage mencapai 49.000-an.

Untuk itu, jangan harap Anda akan menemukan gerai fisik Maicih. “Kami memang sengaja tidak membangun gerai fisik. Dari sisi biaya operasionalnya sangat tinggi. Dan yang terpenting, gerai fisik  tidak mampu menciptakan interaksi antara brand Maicih dengan konsumen,” ungkap Axl beralasan.

Lantas, bagaimana cara Maicih dikomunikasikan dan dijajakan? Rupanya, Maicih punya sederet “jendral”—sebutan untuk pasukan penjual atau reseller Maicih. Jendral tersebutlah yang bertugas berkicau di akun twitter mereka masing-masing tentang lokasi-lokasi mana saja yang bakal disambangi mobil yang membawa keripik Maicih untuk dijajakan. Dan, tiap harinya lokasi yang disambangi berpindah-pindah, alias nomaden.
Konsep jualan nomaden itu rupanya justru menggelitik rasa penasaran sekaligus memicu antusiasme konsumen. Dampaknya, tak sedikit anak-anak muda justru menunggu-nunggu kicauan dari para jendral Maicih plus berharap lokasi kampus atau rumah mereka bisa disambangi mobil Maicih.
Melalui konsep nomaden itu, urai Axl, “Kami ingin mencapai misi pertama kami, yaitu  menciptakan gengsi di dalam diri  konsumen kalau bisa mengkonsumsi Maicih. Bahkan, punya gengsi jika bisa menjadi icihers.” Itu artinya, jika belum tahu dan mencoba Maicih, boleh dibilang mereka belum masuk kategori “bergaul”.

Kini, misi berikut dari Axl dan kawan-kawan adalah menciptakan gengsi profesi seorang jendral. Menjadi seorang jendral Maicih jelas tidak mudah. Seleksi dilakukan sangat ketat. “Ada tiga batch yang kami tawarkan kepada para calon jendral,” imbuhnya. Ketiga batch itu dibedakan berdasarkan pembelanjaan keripik Maicih.
Untuk batch pertama, nilai pembelanjaan para jendral minimal Rp 5 juta per minggunya. Batch dua, nilai pembelanjaan produk Maicih minimal Rp 10 juta per minggunya. Sementara batch tiga, kategori baru, nilai pembelanjaan minimal Rp 100 juta per minggunya. “Para jendral dibebaskan untuk berinovasi dalam memasarkan produk Maicih,” ungkap Axl.
Selain syarat pembelanjaan, yang terpenting adalah calon jendral Maicih harus datang ke Bandung untuk interview dan mengikuti Akademi Jendral Maicih. “Di sana, calon jendral di-training seputar team work, inovasi, character building, dan soft skill lainnya. Pendeknya, para calon jendral harus mampu menjadi Independent Bussiness Owner (IBO),”  tegas Axl.

Jangan heran, jika para jendral Maicih dituntut untuk inovatif memikirkan cara-cara efektif dalam memasarkan keripik Maicih di area mereka masing-masing. “Kami tidak men-support dana sepeser pun untuk para jendral. Mereka sendirilah yang harus mampu membangun brand Maicih dan memasarkannya di wilayahnya masing-masing,” ia menambahkan.
Axl mencontohkan, area Cirebon  memiliki karakteristik yang berbeda dengan wilayah Jakarta. Di Cirebon, komunikasi jauh sangat efektif menggunakan medium radio. Maka, jendral di sana pun bekerja sama dengan sejumlah radio lokal untuk  menggelar talkshow seputar Maicih. Sementara di Jakarta, ketika Axl diundang hadir di salah satu program Metro TV dan Trans7, permintaan Maicih langsung booming. “Beda lagi dengan Bekasi. Pendekatan di sana justru sifatnya harus personal,” tuturnya. 

Kerja keras para jendral—yang merupakan anak-anak muda kelahiran era 80-an—itu tak percuma. Kini, Maicih sudah sampai seantero Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Bahkan, Maicih juga sudah menjangkau mancanegara. Sebut saja Jepang dan Singapura. Tak mengherankan, dengan modal awal yang hanya Rp 15 juta, kini omzet Maicih membengkak. Per bulan, omzet Maicih—yang didapat dari pembelanjaan keripik para jendral—sudah menembus Rp 7 miliar.

“Untuk jendral batch dua, tak sedikit pembelanjaan mereka tiap minggunya Rp 200 juta-Rp 300 juta. Kontribusi tertinggi memang masih di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Jogja, dan Semarang,” ia mengaku.
Lantas, berhasilkah Axl pada misi keduanya: membangun gengsi menjadi jendral Maicih? Jawabannya, jelas berhasil. Ini dibuktikan dengan membludaknya anak-anak muda yang ingin menjadi jendral Maicih. “Dalam sehari, lebih dari seribu orang yang ingin mendaftar menjadi jendral Maicih. Dan, ada dari kalangan artis muda yang sudah menjadi jendral Maicih,” terang Axl.

Namun, Axl mengaku tidak bisa sembarangan menerima para jendral. Lantaran, di tangan para jendral-lah reputasi dan nasib brand Maicih digantungkan. Selain reseller, para jendral juga menjadi endorser sekaligus talker brand Maicih. Oleh karena itu, seleksi para jendral dilakukan sangat ketat. “Selain harus memiliki mindset Independent Bussiness Owner dan lulus Akademi Jendral Maicih, kami lebih mendahulukan wilayah-wilayah yang masih kosong pemain dan memiliki potensial market,” jelasnya.

Setelah sukses dibincangkan di jejaring sosial serta  diliput banyak media elektronik, cetak, maupun online, diakui Axl, Maicih mulai kedatangan kompetitor. Di daerah asalnya di Bandung, tak kurang dari 30 brand keripik—dengan jenis varian yang serupa—mulai agresif memasarkan produknya.

Oleh karena itu, Axl mengaku, tidak bisa tinggal diam. Dalam waktu dekat, tepat di awal tahun 2012, diungkapkan Axl, “Kami akan re-packaging dan meluncurkan varian baru, seblak keju.” Jika saat ini kemasan Maicih masih terlihat biasa, bahkan terkesan jadul (jaman dulu—red), tahun depan akan segera berganti. Untuk re-packaging dan peluncuran varian baru itu, saat ini Axl dan tim sedang menggodok konsep event-nya.

Tak cukup, Republik Maicih pun akan jauh lebih agresif menjadi pembicara di acara seminar atau workshop, menjadi narasumber di media elektronik, cetak, maupun online, hingga menggelar program corporate social responsibility. Bahkan, untuk menunjukkan bahwa Maicih adalah sang pionir, tak segan-segan Republik Maicih memasang reklame Maicih di papan bilboard akbar di wilayah Bandung.(Dwi Wulandari – Majalah MIX-MarketingCommunications, Desember 2011)

Hasil pemasaran dari keripik “MAICIH”

Produk Maicih hasil kerja sama Reza (pemilik keripik “MAICIH”) dan kawan-kawan bersama warga setempat. Penduduk di sebuah kampung di Bandung, Jawa Barat, membuat kripik ini dibantu sejumlah orang. Ibu Ade, ditunjuk Reza menjadi mitra produksi rumahan maicih. Mereka mencari cara bagaimana mengemas jajaran kampung yang tradisional ini agar bisa naik kelas. Berkat pemasaran yang dikemas secara professional dengan metode gentayangan dimana pembeli yang mencari keripik, Ibu Ade merasakan perubahan yang signifikan. Penjualan yang dahulu hanya 100 biji tapi setelah sekarang sudah bermitra dengan maicih, sehari sekarang mencapai 2.000 per bungkus. Dalam sebulan omzet yang dikantongi bisa mencapai Rp 800 juta sampai Rp 900 juta. Di mana sehari saja, bisa mencapai keuntungan Rp 30 juta.

Cerita Dibalik sukses Maicih

Keripik pedas sering diidentikan dengan makanan kampung. Produk popular ini biasanya gampang ditemukan di warung dan dijual secara eceran. Namun, ada pula keripik pedas yang dapat dipesan melalui jejaring sosial Twitter atau Facebook. Reza Nurhilman, menyulap keripik pedas biasa menjadi keripik pedas yang dicari-cari oleh banyak konsumen. Dengan brand Maicih, keripik produksi Reza sedang digandrungi oleh masyarakat Bandung, terutama anak muda.

Nama brand Maicih diambil dari kisah masa lalu yang selalu teringat olehnya, “Maicih itu terlahir waktu saya masih kecil. Biasanya, kalau saya dibawa mama ke pasar, suka ada ibu-ibu tua pake ciput dengan baju alakadarnya. Setiap belanja dia ngeluarin dompet, bonus dari toko emas yang ada resletingnya untuk masukin receh. Mama saya bilangnya itu dompet Maicih”.

Ungkapnya.Beberapa tahun lalu, ia ketemu ibu-ibu yang sosoknya menyerupai Maicih dalam memorinya. Ibu-ibu paruh baya yang pakaiannya tradisional membuat bumbu kripik pedas. Kemudian ia terinspirasi untuk membuat brand Maicihdan ternyata orang lain sangat menyukainya, karena nyeleneh dan unik.

Maicih mampu diproduksi 75 ribu bungkus per minggu. Pada semua varian dari kripik, jeblak, gurilem. Dan, selalu habis. Ia mematok harga maicih di daerah Bandung, keripik level 3-5, gurilam dan jeblak itu Rp11 ribu, untuk keripik yang level 10 Rp15 ribu. Di luar Bandung, keripik level 3-5, gurilam dan jeblak Rp15 ribu, yang level 10 itu Rp18 ribu.
Memilih rasa pedas karena memberikan efek kecanduan untuk yang mencobanya. Namun konsumen tidak perlu khawatir karena dalam komposisi Maicih tidak memakai bahan pengawet dan bisa awet sampai delapan bulan. Rasa pedas Maicih dari rempah pilihan dan cabai yang segar. Dan produk ini sangat baik untuk kesehatan, fungsi jantung, dan detoksifikasi. Keripik Maicih juga enak dimakan pakai nasi, atau dicampur di lotek, mi rebus. Maicih lebih enak kalau dikombinasikan dengan makanan-makanan lainnya.

Awalnya, pemasaran Maicih melalui teman-teman saja yang bertestimoni di media sosial twitter. Kemudian ia lebih fokus untuk memasarkannya. “Mereka yang sudah merasakan Maicih punya testimoni masing-masing. Jadi, saya tidak usah capek-capek promosi. Dengan Twitter, promosi seperti bola salju, terus membesar.” Ujarnya. Alasan pemasaran hanya melalui Twitter dan Facebook. Selain gratis, promosi di Twitter bisa menjadi gong karena kekuatan marketingnya dibuat orang-orang yang beli Maicih. Orang yang belum tahu Maicih akan bertanya dan mereka yang nge-tweet soal Maicih akan dengan antusias menjelaskan.
Strategi itu sukses. Keripiknya menjadi barang buruan. Konsumen harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan keripik superpedas itu. Bahkan, antrean pernah memanjang hingga satu kilometer. Mereka rela mengantre walau hujan badai. Di setiap kota juga ngantre. Sekarang Jenderal-jenderal punya fans dan komunitasnya masing-masing.

Waktu awal-awal, ia masih memakai sistem cash on delivery (COD), ia mau mengantar walau satu bungkus. Waktu itu Ia percaya, “Sekarang saya ngejar-ngejar konsumen, tapi nanti suatu waktu konsumen yang ngejar-ngejar saya.” Dan, sekarang terbukti. Karena, memang pemasaran addicted.
Ia tidak mempunyai karyawan yang banyak, untuk segi pekerja itu sendiri sekitar 10 orang termasuk bagian packing, masak, pembuat bumbu, dan distribusi. Selebihnya agen, yang disebut  jenderal maicih. Ia membuat bahasa marketing dengan nuansa yang berbeda supaya lebih menarik. Menurutnya, kalau saya sebutnya, “ya ini agen maicih,” sepertinya kurang keren. Kalau disebut agen, seperti agen minyak dan kurang menjual. Bukan bermaksud mendeskritkan pekerjaan diluaran sana. Disebut jenderal agar value-nya bertambah, karena produk saya cuma keripik. Kami juga punya menteri perhubungan, yang megang jalur distribusi dan penjualan ke luar pulau. Ia seperti ingin membangun kerajaan sendiri.

Syarat untuk menjadi jenderal orang yang menjadi jenderal dipilih yang memiliki intelektual baik, dan berkompeten. Dari segi SDM, kami nggak hanya asal menerima jenderal, tetapi ada proses interview dan training. Kualitas mereka harus yang terbaik. Jenderal bukan karyawan tapi mitra usaha. Mereka membeli lisensi untuk izin usaha. Jadi istilahnya, mereka adalah distributor atau agen resmi yang menjual kripik Maicih. Jadi bisa dipertanggung jawabkan.

Karena banyak yang mengatasnamakan Maicih atau memakai nama maicih dengan cara yang tidak baik. Banyak konsumen yang dirugikan karena tertipu. Sementara maicih yang asli itu hanya diinfokan oleh akun twitter @infomaicih dan yang hanya dijual oleh para jenderal.
Training jenderal  seputar caracter building, knowledge, sikap, serta bagaimana menyikapi bisnis ini ke konsumen. Karena, mereka tidak hanya menjual keripik, tetapi juga education. Ia sendiri sering sharing knowledge di training. Dengan mengikuti training mereka akan siap menjadi pengusaha dari segi mental. Mereka tidak hanya jual beli putus, tapi juga bisa dibilang independent bussiness owner (IBO). Jadi, merasa sebagai pemilik Maicih di kotanya masing-masing. Dan setiap bulan ia dan para jenderalnya mengevaluasi penjualannya dengan mengadakan event-event.

Harapan kedepannya, ia ingin pemasaran tidak hanya nasional tetapi go internasional. Sekarang sudah masuk sampai singapura dan jepang. Tetapi masih sistem kirim, jendralnya para TKI di sana.
Anak-anak muda itu harus jauh lebih yakin. Jika ingin menekuni sesuatu harus konsisten dan antusias. Kita harus yakin dan semangat jika kita mempunyai cita-cita dan tujuan. Untuk menuju puncak itu memang tidak mudah, tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi ketika kita mengejarnya dengan yakin dan percaya, pasti akan tercapai.

Namanya berkibar di dunia maya berkat strategi pemasaran lewat jejaring sosial Twitter. Ketenaran keripik pedas Maicih menimbulkan rasa penasaran bagi mereka yang belum mencoba, dan rasa ketagihan bagi mereka yang sudah. Maicih ingin mengangkat jajanan kampung untuk bisa ‘naik kelas. Bungkus keripiknya saat itu pun masih sederhana, polos tanpa sablonan logo. Berapa pun jumlah pesanan keripik, ia akan mengantarnya sendiri. Awalnya, Axl memasarkan keripik pedas Maicih dengan lima level atau tingkat kepedasan, mulai dari level 1 hingga 5. Setelah dua bulan, tes pasar menunjukkan bahwa keripik level 3 dan 5 adalah yang paling laris. Kini, dua level keripik itulah yang diproduksi massal.

Januari 2011, Maicih kembali berinovasi dengan menciptakan keripik Maicih edisi spesial, level 10. Ada orang-orang yang merasa tertantang, wah, level 5 ternyata kurang pedas dan mencari yang lebih. Berkat inovasi marketing cerdasnya itu, kini Maicih diproduksi sekitar 2.000 bungkus per hari untuk semua varian produknya. Ia memberi harga satu bungkus keripiknya sebesar Rp11 ribu. Axl pun ketiban rezeki, bisa meraih keuntung an per hari antara Rp1,5 juta hingga Rp 2 juta. Tentu saja penghasilan itu lebih besar jika dibandingkan dengan gaji pejabat selevel menteri sekalipun. Mimpi Axl untuk terus memopulerkan Maicih pun tak tanggung-tanggung. Pemasaran luar kota akan diprioritaskan. Karena di Bandung sudah cukup happening, jadi kita akan ke luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri. Kita mengenal Sumedang dengan tahu, Bandung dengan peuyeum. Axl ingin Bandung juga bisa dikenal sebagai kota asal Maicih.

Pada bulan mei 2011 , tepatnya tanggal 07 mei 2011 maicih melaunching produk terbarunya yaitu seblak, sejenis krupuk pipih pedas, dengan varian level yang berbeda-beda. Axl akan terus melakukan inovasinya tetapi dengan tidak meninggalkan ciri khas mengangkat camilan kelas rendahan menjadi berkelas dan diminati orang banyak. Kemungkinan pada masa mendatang akan muncul produk-produk lain yang lebih Inovatif lagi. (Sumber : bambangsulistio.web.id)

Wow..wow sungguh luar biasa, perjalanan pengusaha muda sukses Indonesia ini pantang menyerah, pekerja keras dan sangatlah inovatif. Besar harapan saya agar semua pembaca bisa menambah ide-ide baru dan memperkuat usaha masing-masing untuk bisa lebih berkembang dan maju lagi. Semangat kewirausahaan ini semoga bisa mewabah dan menular bagi generasi muda lainnya sehingga majulah bangsa ini dengan banyaknya bermunculan para pengusaha muda yang Sukses di Indonesia, Amin. Jaga selalu semangat kewirausahaan kita, salam sukses!

Sabtu, 06 April 2013

Profil Pengusaha Sukses Indonesia – Nyonya Meneer



Profil Pengusaha Sukses Indonesia – Nyonya Meneer
profil pengusaha sukses indonesia
profil pengusaha sukses indonesia
Bakatnya meracik berbagai tanaman dan tanaman obat untuk bersinar bahkan di tengah-tengah pekerjaan yang sangat terbatas dari Belanda dan prihatin. Suami yang tak kunjung sembuh akhirnya sembuh berkat herbal racikannya. Mulai dari kota Semarang, modal ventura ke dalam jamu dan meluas ke seluruh pelosok negeri. Usahanya yang sekarang disebut PT. Nyonya Meneer yang telah dianggap sebagai ikon industri nasional dan herbal kosmetik tradisional terbesar dan tertua di negara ini.
Nyonya Meneer, wanita keturunan Tionghoa yang lahir di Sidoarjo lahir pada tahun 1895 Lauw Ping Nio. Nama Meneer yang disandangnya bukan karena dia adalah istri seorang Belanda meneer, tetapi berasal dari nama beras menir, yang merupakan butir kominusi nasi sisa baik. Sementara masih dalam kandungan, ibunya mengidam dan makan nasi sehingga ketiga dari lima bersaudara ini kemudian dinamai Groats. Karena pengaruh dari bahasa Belanda, kata menir akhirnya ditulis menjadi “Meneer”.
Profil pengusaha sukses indonesia ini kemudian menikah dengan seorang pria dari Surabaya bernama Ong Bian Wan. Setelah menikah, ia membawa suaminya untuk pindah ke Semarang, Jawa Tengah. Pada awal abad 20, masyarakat Indonesia berada pada saat yang sangat buruk akibat penyalahgunaan kekuasaan kolonial Belanda. Nyonya Meneer suami tidak melarikan diri ke korban, ia jatuh sakit dan sulit sembuh. Tapi itu ketika dia berada di tengah-tengah keterbatasan dan kekhawatiran bahwa, Nyonya Meneer bakat terbukti dan keterampilan Jamu. Rupanya rumus itu efektif bila berbagai perawatan tidak dapat memulihkan suami tercintanya.
Setelah ia sembuh, ia lebih bersemangat untuk mengasah dan berlatih ilmu pengetahuan dan campuran herbal ilmu yang diwariskan dari orang tua. Nyonya Meneer ringan tangan dan benar-benar peduli tentang orang-orang disekitarnya senang untuk mencampur herbal untuk keluarga, tetangga, kerabat, dan masyarakat tentang demam, sakit kepala, pilek dan penyakit lainnya. Kebanyakan dari mereka mengaku puas setelah mencicipi buatan Nyonya Meneer sifat obat.
Seiring waktu, semakin percaya diri Meneer campuran rempah-rempah dan tanaman bergizi lainnya. Perlahan tapi pasti, herbal racikannya mulai merambah ke kota-kota lain di sekitar Semarang. Permintaan banyak yang datang kepadanya untuk menyampaikan herbal racikannya sendiri itu. Nyonya Meneer pikuk di dapur tidak memungkinkan untuk memenuhi permintaan itu. Dengan berat hati, ia meminta maaf dan sebagai gantinya, ia meletakkan fotonya pada kemasan produk obat. Tidak ada yang keberatan, tidak ada yang lain menduga bahwa di masa depan, herbal dengan potret seorang wanita begitu melegenda dan masih dipertahankan saat ini sebagai simbol perusahaan.
Berbekal perabotan dapur biasa, usaha keluarga ini terus memperluas wilayah penjualan. Hingga akhirnya, pada 1919, untuk mendukung ibu kemampuan luar biasa dari empat anak dalam membantu orang lain dengan ramuan ampuh jamu, suami dan keluarganya mendukung pendirian usaha yang disebut “Jamu Nyonya Meneer Cap Gambar” di Semarang.
Untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan, Meneer juga membuka toko di Jalan, Pedamaran 92 Semarang. Dengan bantuan dari anak-anaknya, perusahaan terus tumbuh pesat. Jamu Nyonya Meneer Jakarta direkam dari mencapai pasar ketika putrinya Nonnie pada tahun 1940 memutuskan untuk pindah ke Jakarta dan outlet Nyonya Meneer terbuka di Jalan Juanda, Pasar Baru, yang merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi. Herbal yang muncul dari keterbatasan dan keprihatinan masuk ke ibukota dan meluas ke seluruh pelosok negeri.
Pada tahun 1967, profil pengusaha sukses indonesia yang satu ini duduk sebagai Presiden, meskipun perusahaan secara formal dipercayakan kepada salah seorang putranya, Hans Ramana. Sedangkan tiga anak lainnya yang Lucy Saerang, Marie Kalalo, dan Hans Pangemanan komisi ditunjuk anggota dewan perusahaan. Sementara itu, model manajemen mereka mengikuti model pendiri mengajarkan bahwa besar berorientasi pada keuntungan. Perusahaan juga menggunakan sistem manajemen yang sederhana dan tradisional.
Memasuki dekade 1970-an, persaingan di industri ini mulai ketat obat. Banyak Nyonya Meneer muncul pesaing di pasar. Pertempuran sengit antara produsen jamu dari segi harga, peluncuran jenis produk serupa, untuk melawan pertempuran untuk pangsa pasar terlihat sangat jelas pada saat itu. Dua perusahaan yang bersaing secara agresif untuk obat Cap Nyonya Meneer adalah PT Sido Muncul dan PT Air Mancur.
Oleh karena itu, perusahaan Jamu Nyonya Meneer Cap mengandalkan awalnya hanya minum produk herbal seperti jahe, cukup tahan lama, dan rempah-rempah lahir rendah, perlahan-lahan mulai diversifikasi roda agar tidak menjalankan lebih dari kompetisi. Untuk memperkaya varian yang ada diciptakan beberapa jenis lainnya produk seperti minyak pijat, pengharum, tubuh, Scrubb untuk mandi, bedak wajah, param, sampai krim buste. Perusahaan produk Nyonya Meneer sebagian besar merupakan produk untuk kepentingan wanita. Ada 254 merek meliputi 120 jenis produk dalam bentuk pil, kapsul, bubuk, dan cairan dan dibagi menjadi tiga jenis, untuk perawatan tubuh, kecantikan, dan penyembuhan. Semua produk yang dipasarkan ke daerah-daerah di seluruh negeri. Di tangan ibu dan anak, Nyonya Meneer dan Hans Ramana, perusahaan jamu ini berkembang pesat.
Nyonya Meneer meninggal pada tahun 1978, menyusul kepergian anaknya Hans yang meninggal pertama kali pada tahun 1976. Operasi ini kemudian diteruskan oleh generasi ketiga dari cucu Ny Meneer kelima. Kehebatannya dan kecemerlangan prestasi perusahaan untuk mencapai hampir 1 abad upaya juga diwarnai perseteruan internal yang khas cerita terjadi dalam perusahaan keluarga.
Keluarga konflik yang dimulai tahun 1985, ketika perselisihan antara pewaris tahta lima cucu kemudian perusahaan ini berganti nama menjadi PT. Nyonya Meneer itu. Dampak, ratusan karyawan kurang diperhatikan. Bahkan Coal Cosmas, Menteri Tenaga Kerja pada saat itu turun tangan untuk menengahi. Konflik kedua terjadi sejak 1989 dan 1994, yang menyebabkan pelepasan saham anggota keluarga pada tahun 1995. Sekarang perusahaan dimiliki dan dikendalikan murni satu cucu Nyonya Meneer Charles Saerang yang. Sementara empat bersaudara memilih untuk memisahkan setelah menerima bagian masing-masing.
Kasus Nyonya Meneer perusahaan keluarga kemudian dicatat sebagai studi kasus, versi bahasa Inggris diterbitkan Equinox dan digunakan sebagai kasus mempelajari ilmu pemasaran dan manajemen di sejumlah universitas di Amerika Serikat. Buku berjudul “Family Business: Studi Kasus Nyonya Meneer, Sebagai Salah Kedokteran Perusahaan Tradisional di Indonesia, yang paling sukses” (Family Business: Studi Kasus Nyonya Meneer, Satu Perusahaan Paling Sukses di Indonesia Pengobatan Tradisional) diluncurkan di Puri Agung, Hotel Sahid Jaya bertepatan dengan perayaan 88 tahun berdirinya Perusahaan Nyonya Meneer.
Penerbitan buku yang menceritakan PT Nyonya Meneer usaha dalam konflik mayoritas dan minoritas dalam perusahaan keluarga telah dilaporkan ditentang oleh Meneer keturunan karena jelas memberitahu tradisional Strategi pemasaran produk herbal adalah menyebar ke berbagai belahan dunia.
Pada tanggal 18 Januari 1984 Mendirikan obat Museum Nyonya Meneer Semarang yang juga menjadi museum obat herbal pertama di Indonesia. Pembentukan museum ini selain dimaksudkan sebagai warisan budaya, juga merupakan pusat informasi, pendidikan, promosi, dan sebagai media untuk melestarikan warisan budaya jamu tradisional pada merit di mana semua bahan berasal dari negara.
Museum yang menempati lahan seluas 150 m² memegang koleksi benda-benda budaya pada tumbuhan dan koleksi pribadi Nyonya Meneer yang berupa foto-foto dan sejarah cara pembuatan jamu dengan menggunakan alat-alat tradisional, seperti mortir dan alu, pepesan, cuwo, panel dan bothekan toko tempat bumbu resep asli. Pengunjung juga dapat melihat slide show tentang cara proses pembuatan jamu dan dapat mencoba Jamu Nyonya Meneer. Untuk mengunjungi museum ini dibagi menjadi dua bagian, pengunjung bebas.
Sekarang, PT. Nyonya Meneer telah dianggap sebagai ikon industri nasional dan herbal kosmetik tradisional. Terbesar dan tertua di negara Pemasaran dimulai oleh modern disesuaikan dengan perkembangan zaman. Salah satu cara untuk mendirikan Cafe Meneer di Jalan Hasanuddin, Solo, yang mulai tersebar di beberapa pusat perbelanjaan. Perusahaan juga telah melebarkan sayapnya ke pasar internasional dengan mencoba memenuhi permintaan ekspor ke beberapa negara. Pada tahun 2006, PT Nyonya Meneer berhasil memperluas pasar mereka ke Taiwan sebagai bagian dari ekspansinya ke pasar luar negeri setelah berhasil memasuki Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Australia, Belanda, Arab Saudi dan Amerika Serikat.
profil pengusaha sukses indonesia

Kamis, 14 Maret 2013

Orang Cacat Yang Sukses - Irma Suyanti


Orang cacat yang sukses tokoh berikut ini sangatlah luar biasa dan bermental baja. Keterbatasannya tidak menghalangi untuk mencapai kesuksesan. Beliau adalah pengusaha penyandang cacat yang mempunyai karyawan hampir 2.500 orang. Wow ... angka yang sangat fantastis bagi kebanyakan orang normal lainnya. Bisa anda bayangkan bagaimana kerja keras dan keuletan beliau dalam memimpin perusahaannya mulai dari nol.

Tokoh orang cacat yang sukses ini sangatlah wajib untuk diangkat dan disejajarkan pada kalangan pengusaha sukses Indonesia karena kisah perjalanan beliau yang sangat inspiratif sekali. Besar harapan saya, pembaca sekalian bisa mengambil hikmah di dalam isi artikel pengusaha sukses Indonesia ini. Selanjutnya mari kita simak kisah perjalanan dan liku-liku tokoh pengusaha sekses ini.

profil pengusaha sukses indonesia
Irma Suyanti

Peyandang cacat adalah orang-orang yang selalu terpinggirkan, peminta-minta, pelengkap kehidupan maupun hal-hal yang serba kurang mengenakkan yang didapatkan. Hal itulah yang selama ini kita lihat dalam keseharian. Setiap kali kita berkendara di lampu merah, biasanya disitulah mereka mangkal untuk sekedar meminta belas kasihan pengendara yang lewat. Jika ada suatu kabar berita / cerita tentang penyandang cacat yang sukses besar, ah itu khan hanya dalam cerita yang telah didramatisir.Jika pemikiran saudara seperti kalayak banyak kayak di atas, bersiap-siaplah untuk menanggung malu dan kecewa berat. Karena hal itu tidak pernah terjadi pada diri IRMA SUYANTI. Seorang penyandang cacat lumpuh kaki akibat polio ini. Suami dari Agus Priyanto ini mampu memutar balikkan keadaan yang selama ini ditasbihkan pada diri seorang penyandang cacat.

Melawan keterbatasan, ketidakadilan, pencibiran dan pelecehan
Saya beberapa kali menyimak secara detail wanita lulusan SMA 1 Semarang ini, melalui acara stasiun televisi maupun media online. Irma Suyanti mampu melawan terhadap keterbatasan, ketidakadilan, pencibiran maupun pelecehan yang selama ini disandangkan kepada sesamanya.

Sejak tahun 1999, selepas menikah dengan Agus Priyanto (seorang penyandang cacat juga), berusaha untuk melawan keterbatasannya melalui usaha mandiri yang bermanfaat. Ia berusaha memanfaatkan potongan-potongan kain (kain perca) menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan mempunyai daya guna yang lebih. Ia dibantu oleh suaminya membuat usaha keset dari kain perca yang didapatkan dari penjahit-penjahit dilingkungannya. Ditangan Irma dan suaminya, kain perca ini disulap menjadi keset yang menarik.

Pada awalnya, untuk pemasaran ia`pun menawarkan produknya kepada tetangga-tetangganya yang membutuhkan dan dijual ke pasar terdekat. Mungkin bias saja terjadi, pada saat awal melakukan pemasaran produknya ini, pembeli hanya kasihan kepadanya, sehingga membelinya walaupun tidak membutuhkan. Terkadang hal semacam ini menjadi dilematis terhadap pembeli, karena kasihan semata. Tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat Irma dan suaminya untuk berusaha. Semakin lama usahanya semakin bertambah, maka iapun tidak mampu mengatasi permintaan pelanggan. Maka selanjutnya Irma dan suaminya mencari orang untuk membantunya. Pada awalnya ia mengoptimalkan temen-teman penyandang cacat untuk membantu memproduksi. Harapannya untuk memberikan bekal terhadap teman-teman senasib agar lebih produktif.


Lambat-laun ia mampu produk yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan pasar. Sehingga produk yang dihasilkanpun semakin banyak dan semakin beragam. Tidak hanya keset saja, tetapi juga merambah produk-produk lain yang berbahan dasar kain perca. Pada akhirnya kebutuhan tenaga kerjapun harus terus ditambah untuk memenuhi kuota, sehingga harus terus menambah jumlah tenaga kerja. Hingga saat jumlah tenaga yang mengolah kain perca inipun telah mencapai 2.500 orang, dengan 150 orang di antaranya adalah penyandang cacat. Bahkan iapun menyediakan tempat menginap bagi penyandang cacat yang bekerja ditempatnya. Selain hal itu, iapun mengoptimalkan masyarakat sekitar desanya di Karangsari, Kecamatan Buayan Kabupaten Kebumen. Selain memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar, Irma juga melakukan pendampingan untuk produksi bagi kelompok-kelompok kerja maupun secara individual. Pendampingan yang dilakukan Irma pun pada akirnya telah menyebar seluruh Kebumen maupun Jawa Tengah.

Sejalan dengan perkembangan usahanya, akhirnya berbagai kesempatan datang menghampirinya, termasuk perhatian dari pemerintah daerah maupun propinsi. Berbagai udangan untuk mengikuti pameran produk datang padanya. Di antaranya adalah kesempatan untuk memamerkan produknya di showroom miliki Kementerian Pemuda dan Olah Raga di Jakarta. Pameran produk di Melbourn Australia bersama Kemenporapun pernah dilakukan.

Dengan adanya pengenalan produk inilah, pada akhirnya produk dari Irma tidak hanya di dalam negeri saja, tetapi mampu menembus pasar ekspor. Hingga saat ini Irma telah mampu menciptakan puluhan jenis produk dari memanfaatkan kain perca ini. Kualitaspun terus ditingkatkan demi terjaganya produk dan memberikan kepuasan pelanggan. Hingga saat ini produk yang dihasilkan telah diekspor ke Australi, Jerman, Turki dan Jepang.

Irma telah menerima banyak penghargaan, antara lain Wirausahawati Muda Teladan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (2007), Perempuan Berprestasi 2008 dari Bupati Kebumen (2008), dan Penghargaan dari Jaiki Jepang, khusus untuk orang cacat (indonesiaproud.wordpress.com/). Dan yang terakhir adalah penghargaan dari SCTV Award 2012. (sumber:kompasiana.com)

Siapa bilang orang cacat tidak bisa sukses? Anda tentunya telah membaca kisah perjalanan Irma diatas. Sekarang bagi anda yang tidak menyandang cacat seperti beliau apakah sudah puas dengan keaadan saat ini? Padahal yang cacat saja bisa sukses apalagi kita yang dalam keadaan normal tentunya kita semakin terpacu untuk bisa menjadi pengusaha yang sukses. Semoga kisah tadi bisa mengispirasi pembaca sekalian. Tambah semangat dan bisa menambah semangat pembaca dalam menjalankan bisnis usaha anda. Jaga selalu semangat kewirausahaan, salam sukses selalu!

Selasa, 12 Maret 2013

Cerita Sukses Pengusaha Muda – Anne Ahira Leave a reply





Cerita Sukses Pengusaha Muda – Anne Ahira
cerita sukses pengusaha muda - anne ahira
cerita sukses pengusaha muda – anne ahira
Pada usia 25 tahun, penghasilannya memiliki ribuan dolar. Perempuan yang selalu mengaku ‘desa’ bekerja dari rumahnya di pinggiran kota London untuk mengembangkan bisnis internasional berbasis internet marketing. Dia bercita-cita menjadi ‘pensiun’ sebelum usia 30 tahun.
Anne Ahira, namanya. Di dunia online, ia dikenal sebagai marketer kelas dunia internet yang sukses. Dia adalah co-author dari 30 Hari Untuk Sukses Internet Marketing. Buku ini ditulis oleh 60 penulis yang pilihan internet marketer di seluruh dunia – terkenal sebagai buku internet marketing terbaik 2003. Buku ini omset penjualan mencapai lebih dari 340.000 dolar dalam waktu kurang dari empat bulan.
Ahira juga telah diwawancarai oleh Pemasaran Vision Muka America pada “Internet Marketing Nubuat”. Perusahaan hanya memilih delapan dari internet marketer terbaik di dunia. Ahira adalah satu-satunya wakil dari kawasan Asia-Pasifik dan satu-satunya perempuan yang dipilih untuk wawancara. Hasil wawancara ini kemudian dijual Vision muka Pemasaran Amerika untuk 97 dolar per copy.
Selain itu, Ahira adalah pendiri Elite Team International dan yang membuat Elite Team System. Kurang dari empat bulan, para anggota telah menyebar ke lima benua. Cerita sukses pengusaha muda ini mendalangi strategi pemasaran untuk 1.000 anggota dari elit yang kini tersebar di 84 negara.
“Mereka yang tergabung dalam Elite Team Internasional tergantung pada saya untuk strategi pemasaran mereka jadi aku seorang teknisi untuk membantu saya .. Tetapi jika orang tidak memiliki sistem, maka dia bisa melakukannya sendiri,” kata Ahira.
Rutin Ahira juga membuat newsletter TheBest Affiliate.com. Newsletter berisi tips tentang strategi pemasaran internet yang dibaca oleh 14.000 profesional internet marketing di 120 negara. Dan belum lama ini, Ahira dipilih untuk “Dunia Super Affiliate 12″ pada tahun 2004 (lihat SuperAffiliateConfessions.com).
Orang desa
Kisah seorang gadis lulusan dari Fakultas Bahasa Asing Yapari Bandung memberikan inspirasi bagi banyak orang. Bahkan beberapa yang ingin mengikuti jejaknya. Ahira bukanlah pewaris bisnis taipan atau kantor di sebuah perusahaan besar di gedung pencakar langit. Dia juga bukan lulusan sekolah bisnis di luar negeri. Semua dia lakukan dijalankan melalui komputer dengan internet marketing di rumahnya di Banjaran, Kabupaten Bandung.
Selain produktif yang besar, ia masih punya banyak waktu untuk bermain kapan saja, belanja, menonton film favoritnya, makan di kafe atau restoran di London dengan teman-teman atau keluarga, termasuk bermain di Time Zone. Semua itu bisa dilakukan karena ia tidak perlu terikat ke kantor, yang penting untuk mengakses internet.
Kesuksesannya tidak datang dengan ribuan dolar hanya seperti itu. Ia belajar bisnis dan internet marketing autodidak saja melalui trial and error yang cukup melelahkan dan menghabiskan banyak uang yang berasal dari aktivitas mengajar bahasa Inggris ketika ia masih menjadi mahasiswa di Bandung STBA.
Cerita sukses pengusaha muda ini akrab disapa Ahira / Hira, lahir 28 November 1979. Dia adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Hj Asiah Aas dan H Sobur Sodikin. Semua adiknya. Ahira Hidup Motto: “Kekayaan sejati adalah apa yang ada di saya, bukan apa yang saya miliki.”
Sejak sekolah dasar ia mandiri dan membantu orang tua mereka menjual pisang goreng atau es. Jika Anda pergi ke sekolah, ia membawa tiga tas besar, satu untuk buku-buku, dan dua untuk menjual pisang. Dia selalu berkata pada ibunya, ketika dia tumbuh, dia tidak ingin bekerja untuk menghasilkan uang di luar, dia ingin bekerja di rumah, waktu liburan mungkin aja, ke seluruh dunia, di mana aja jadi, banyak uang.
Mendengar kata-katanya, ibunya  berteriak, “Jangan bermimpi, jika Anda memiliki sebuah pabrik mungkin Anda akan menyukainya, tapi jadi pekerja pabrik biasa-biasa saja, tukang kayu juga dan  Anda hanya bisa mencampur adukan. Jika Anda ingin hidup, lebih baik hidup, hanya untuk mengetahui hak dan cerdas. “Ini adalah kata yang sering disampaikan kepada ibunya.
Saran ibunya membuat Hira belajar keras di sekolah sehingga sering juara. Ibunya pernah berkata bahwa jika ia ingin melakukan perjalanan di seluruh dunia, ia harus berbicara bahasa Inggris. Oleh karena itu, Hira mulai belajar bahasa Inggris sejak SD dengan mengikuti berbagai kursus, satu saja dengan Belanda. Pada saat itu orang-orang di desa melihatnya aneh. Mengapa belajar bahasa Inggris? Mereka pikir itu hanya membuang-buang uang. Tapi dia selalu berpikir itu adalah modal untuk ke seluruh dunia.
Berbagai sertifikat dicapai melalui kursus bahasa asing, seperti Jerman dan Inggris. Tidak hanya itu, lebih dari selusin sertifikat kursus akuntansi, komputer, menggambar, olahraga, dan banyak lagi. Begitu banyak, ia tidak ingat, berapa banyak yang ia pernah ikuti kursus.
Hira sebenarnya bercita-cita untuk melanjutkan pendidikan mereka di Jerman, tapi karena orang tuanya hanya seorang buruh pabrik dan penjual gado-gado, bahwa tujuan menjadi sulit dicapai. Dia kemudian menghadiri College of Foreign Languages ​​(STBA) di London dan lulus cum laude dalam waktu kurang dari tiga tahun.
Karena tingkat perguruan tinggi, Hira mengajar paruh waktu. Namun, setelah tingkat kedua, ia sering disewa oleh perusahaan-perusahaan tekstil, seperti Pan Asia Textile, KTSM, Kukje-Adetex, Korin, Hanil Global Industri Tekstil, dan banyak orang lain mengajar perusahaan Indonesia untuk karyawan asing mereka.
Dia juga mengajarkan anak-anak karyawan yang belajar di Sekolah Internasional. Dia mengajarkan matematika, sains, menggambar, dan Inggris untuk Indonesia. Setiap mengajar, sehingga ia dibayar antara Rp 75.000 sampai Rp 150.000 per jam.
Untuk mengukur siswa cukup besar dan setiap bulan ia bisa menghasilkan $ 1.000. Tapi sebelum mengajar, ia juga bekerja sebagai usaha sampingan, jasa kebersihan, dan bahkan harus menjual buku untuk anak-anak. Pada saat itu ia sedang berjalan berkeliling dari rumah ke rumah. Sampai akhirnya datang ke rumah, dan seorang ibu menawarkan kepadanya, dia hanya berjalan sekitar tengah hari dan panas, lebih baik untuk mengajarkan anak-anak mereka bahasa Inggris. Sejak itu ia menjadi guru.
Pertama Pendahuluan
Di kampus ia berpikir, mungkin mengajar adalah  hidupnya. Tapi dalam hatinya ia sering mengatakan bahwa otak sebenarnya dapat digunakan untuk lebih dari sekedar mengajar.
Sampai suatu hari saat makan siang, kakak ipar mengatakan kepada saya bahwa ada seorang anak 17 tahun yang menerima ribuan dolar dari internet. Bahkan, kakak ipar tidak tahu apa itu internet, bahkan sekarang dia tidak tahu bagaimana cara mengirim atau membuat e-mail. Dia hanya tahu satu situs: http://www.yahoo.com.
Mendengar cerita tersebut, keingintahuan Hira muncul, bagaimana bisa seorang anak berusia 17 tahun bisa mendapatkan ribuan dollar dari internet? Keesokan harinya ia pergi ke kafe untuk pertama kalinya dan mencari tahu bagaimana membuat uang di internet.
Bahkan, pada waktu itu, setiap surat elektronik (e-mail) aja Hira tidak tahu. Tapi setelah mendengar cerita bahwa pada pandangan pertama, seolah-olah ia bertekad dalam hatinya, “Jika seorang anak 17 tahun itu bisa, maka saya juga bisa!”
Temannya, Didit Ahadiat, salah satu siswa yang bekerja paruh waktu sebagai penjaga warnet (warnet) adalah orang pertama yang mengajarinya bagaimana membuat e-mail di Hotmail. Temannya sekarang bekerja sebagai insinyur mengembangkan Elite Team International didirikan Hira.
Membangkitkan rasa ingin tahu dan antusiasme untuk belajar adalah harga diri yang tinggi. Di kafe, dia tidak malu untuk meminta orang-orang yang berada di sana. Dia selalu memohon, “Tolong ajarin saya bagaimana untuk membuat uang di internet?”. Mendengar itu, hampir semua teman-teman Anda tertawa. Mereka menyebutnya mimpi.
Tekad dan keinginan yang kuat untuk mengumpulkan uang di intenet tidak selalu didukung. Banyak hal sedih ia melewati. Hampir semua orang di sekelilingnya tidak percaya pada apa yang dia lakukan. Mereka pikir dia adalah aneh dan gila karena mereka pikir dia hanya membuang-buang uang. Bahkan, teka-teki belum terpecahkan dan ia tidak akan menyerah.
Per Desember 2001 Hira memulai perjalanannya menjadi “internet marketer” (penjual melalui internet). Hobi membaca dan membeli informasi melalui internet juga membuat Hira sukses menjalankan “internet marketing”.
Pada tahun pertama, ia tidak mendapatkan hasil yang diharapkan. Sebaliknya, ia menderita kerugian karena Hira belajar tentang dunia internet marketing sama sekali tanpa guru.
Setelah pasang dan surut, akhirnya pada tahun kedua, upaya Ahira mulai menunjukkan hasil. Di babak kedua, pendapatan per bulan dari internet dapat disamakan dengan masyarakat berpenghasilan sebagian besar wilayah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Ini terus meningkat setiap bulan. “Dan aku tidak terlihat seperti peningkatan geometris deret hitung,” kata Hira, yang merahasiakan berapa banyak uang per bulan.
Cara Membuat Uang
Menurut Hira, ada banyak cara untuk mendapatkan uang melalui dunia maya. Namun, ia hanya memilih untuk menjalankan dua jenis bisnis di internet, pemasaran afiliasi dan pemasaran jaringan. Sebenarnya, mereka tidak jauh berbeda untuk menjual keduanya, tetapi sistem pembayaran komisi yang berbeda.
Melalui pemasaran afiliasi, penjualan langsung Hira tidak pecah, jadi jika Anda ingin mendapatkan uang harus terus menjual. Produk yang ditawarkan apa saja, mulai dari buku, informasi, software, alat pemasaran, atau barang-barang yang dapat dilihat dan dapat dijual. Hira tidak menjual dirinya sendiri, tetapi sebagai “reseller” atau membantu menjual barang orang lain untuk mendapatkan uang dari komisi.
Misalnya, jika ada seorang penulis atau pengembang perangkat lunak, mengatakan A untuk membuat sebuah buku dengan tema “internet marketing” atau informasi lainnya. Orbit penulis dan membuka buku itu di internet bagi pemasar afiliasi internet.
Nah, kekuatan internet marketer di seluruh dunia, termasuk Hira, biasanya ditawarkan dengan mendaftar sebagai agen penjualan. Namun, tidak semua tawaran langsung diambil, biasanya dipelajari terlebih dahulu isi buku atau software yang ditawarkan dan target pasar.
“Jika beberapa baik, saya hanya ingin mendaftar sebagai afiliasi-nya,” kata Hira. Proses pendaftaran untuk menjadi afiliasi kekuasaan biasanya gratis dan sangat sederhana. Hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk mendaftar proses. Setelah itu mendapatkan URL khusus untuk menjual.
Jika Anda berhasil menjual buku atau software, bisa mendapatkan komisi dalam jumlah bervariasi. Untuk item yang “virtual” atau dapat didownload sebagai e-book atau software, memperoleh komisi mulai dari 40 sampai 75 persen, atau 38,8-72,75 dolar seolah-olah 97 perusahaan dolar.
Untuk pemasaran afiliasi, Hira memiliki “buletin” disebut The Newsletter Afiliasi Terbaik, dan sekarang dibaca oleh 14.000 profesional internet marketing di 120 negara. Untuk pemasaran jaringan, Hira memiliki sistem pemasaran yang Team Elite sistem kini telah digunakan di lebih dari 50 negara.
Menjanjikan Masa Depan
Hira menemukan bahwa sebuah bisnis online yang sangat menjanjikan dan akan menjadi sesuatu yang bahkan lebih menjanjikan daripada bekerja secara offline. Untuk target pasar dunia.
Bekerja secara offline hanya bisa bekerja satu atau dua pekerjaan, kecuali karyawan memiliki. Tapi jika Anda dapat melakukannya secara online 10, 30, 40 pekerjaan, dan mereka hanya memerlukan waktu satu set up tetapi dapat menghasilkan terus menerus.
Misalnya, Tim Elite, Hira hanya membuat satu kali 30-hari kursus pelatihan, tapi satu dapat digunakan terbatas dan mereka yang hanya menerima pelatihan yang akan merasa seperti pelatihan baru. Dan bahkan online, Hira bisa mengajar sambil tidur-tiduran.
Hira memberi contoh bagaimana ia menghasilkan uang dari internet. Untuk menjual produk, katakanlah satu bulan dia butuh waktu. Dia bisa menjual produk dalam satu bulan tapi dia selalu sibuk menjawab e-mail dari klien atau tim elit. Jadi ia mengharapkan untuk menjual produk dalam satu bulan. Kali ini digunakan untuk penelitian, membuat website, strategi pemasaran, dan lain-lain. Katakanlah kepada produk yang ia didirikan pada Januari, mungkin, misalnya, $ 500 per bulan. Bulan berikutnya ia mendirikan dan menjual produk B, dan ia juga dapat mengatakan $ 500 per bulan juga.
Dia mampu komisi dari produk A yang ia didirikan pada bulan sebelumnya dan penambahan produk B. Dan, ia terus mencari produk lain yang bisa dijual. Jadi bisa dibayangkan, dalam setahun ia bisa menjual 10 produk yang berbeda, pada titik tertentu bisa mendapatkan lebih dari 5.000 dolar AS per bulan.
Namun, produk A malah menghasilkan $ 3.000 per bulan setelah 10 bulan. Itu sebabnya banyak internet marketer yang berpenghasilan hanya adegan dalam beberapa tahun. Itu karena mereka sudah memiliki sistem pemasaran yang dapat berjalan sendiri dan membuat uang bulan demi bulan.
Sekarang Hira bisa pergi ke mana saja dan kapan saja. Meskipun ia tidur, komputer telah menjadi seperti mesin uang. Dan ia percaya, banyak orang Indonesia yang saya bisa atau bahkan lebih.
Tips untuk Sukses
Menurut Hira, persyaratan jika Anda ingin menjadi internet marketer harus memiliki akses ke internet. Memahami bagaimana untuk mengoperasikan komputer, tetapi tidak perlu menjadi “pintar” atau seorang ahli komputer. Namun, mutlak mengerti bahasa Inggris karena bisnis yang dijalankan secara global tanpa batas.
“Mental juga harus siap, jangan berpikir ribuan produktif dolar untuk datang seolah-olah oleh sihir. Jika Anda berpikir demikian, maka akan ada waktu bagi Anda untuk mendapatkan frustrasi dan menyerah yang satu ini,” kata Hira.
Menurut Hira, ketika merasa frustrasi, itu sebenarnya hanya kekalahan sementara, harus terus melakukan bisnis dengan ketekunan, evaluasi dan belajar dari kesalahan, dan terus “melacak” hak untuk bisa pensiun kurang dari 5 tahun.
“Jadi selain mempersiapkan mental, telah berkomitmen untuk bisnis ini tidak perlu untuk melakukan bisnis saat ini penuh, Namun dapat digunakan sebagai bagian-waktu Cukup dilakukan setidaknya satu sampai dua jam per hari.,. Dari Senin sampai Jumat, seperti sebagai lembur, “kata Hira.
Ketika ditanya berapa banyak modal yang dibutuhkan, Hira mengatakan, jika Anda ingin menghasilkan ribuan dolar dan pensiun dalam 3 sampai 4 tahun, untuk berinvestasi. Jika Anda ingin menjadi seorang internet marketer, maka harus siap dengan dana investasi sedikitnya 120 juta dolar AS, atau sekitar $ 1 juta per bulan.
Cerita sukses pengusaha muda ini mengaku, untuk tahun pertama ia menghabiskan uang pada mobil kijang baru. Dana yang digunakan adalah tabungan dari gaji mengajar bahasa Inggris. Itu karena dia membeli banyak informasi yang tidak terpakai.
Hira juga menyayangkan mentalitas ingin membuat uang cepat sehingga mengirim e-mail spam ke banyak orang. Itu sangat mengganggu dan sangat tidak profesional. Dia mendapatkan banyak e-mail dari orang-orang dari Indonesia yang tiba-tiba mengirim e-mail dan meminta untuk bisnis. Di Amerika Serikat orang seperti itu bisa dihukum lima tahun penjara. “Tapi bukan hanya karena di Indonesia tidak ada hukum untuk” e-mail spam “, maka orang atau memanen bebas spam,” kata Hira.
Hira belum pernah mendengar spammer kaya atau menghasilkan ribuan dollar dari internet. Jadi cara yang baik untuk belajar dan berusaha untuk menjadi seorang internet marketer profesional.
Asian Brain
Mengingat jumlah percobaan dan kesalahan hidup selama penelitian, Hira juga bermaksud untuk mendirikan sebuah sekolah marketing internet online yang ia beri nama “Brain Internet Marketing Center Asian”. Tempat pembelajaran informal pada strategi pemasaran berbasis internet situs diharapkan untuk memulai pada tahun 2005.
Melalui Pusat Brain Internet Marketing Asia, Hira berharap untuk membantu industri dalam negeri atau industri kecil, profesional, dan masyarakat Indonesia pada umumnya untuk belajar tentang internet marketing dan mengembangkan bisnis mereka melalui internet.
Selain pekerjaan baru diharapkan dampak, juga dapat meningkatkan devisa Indonesia. Hira internet marketing center juga berharap untuk mengubah dunia kesan bahwa masyarakat Indonesia biasanya hanya menipu melalui internet.
Hira percaya bahwa pemasaran internet adalah prospek yang cerah di abad 21. Mengingat siapa saja bisa menjadi seorang internet marketer dengan investasi uang tunai relatif lebih murah dibanding bisnis offline. Apalagi, jika didukung oleh komitmen dan kerja keras, itu telah menjadi sukses besar menanti.
Tidak mengherankan, Hira mengatakan teman-temannya yang bekerja sebagai pegawai atau pompa bensin “PizzaMan” berhasil menjadi jutawan internet (dalam dolar AS) pada periode 5-10 tahun. Ada kemungkinan masa depan juga milik “desa” seperti dirinya untuk internet marketing barunya selama lebih dari dua tahun. “Tujuan saya adalah untuk ‘pensiun’ sebelum usia 30 tahun pensiun di tahun, tidak dalam beberapa dekade.”

Kamis, 07 Maret 2013

Duo pendiri Facebook dinobatkan sebagai miliuner termuda

Reporter : Ririn Radiawati
  Duo pendiri Facebook dinobatkan sebagai miliuner termuda

Duo penemu Facebook, Dustin Moskovitz dan Mark Zuckerberg telah mendapatkan julukan orang paling muda dalam daftar orang terkaya di dunia versi Forbes tahun 2013.
Dalam daftar tersebut, dalam usia 28 tahun, Mark Zuckerberg telah mempunyai kekayaan USD 13,3 miliar dan Moskovitz USD 3,8 miliar.
Sementara itu, salah satu pendiri Facebook yang kini sudah berusia 30 tahun, Eduardo Saverin, juga masuk dalam daftar orang terkaya sejagat tersebut dengan kekayaan USD 2,2 miliar.
Sementara itu, mantan pendiri dan bos Facebook juga masuk dalam daftar orang terkaya tersebut. Sean Parker misalnya, yang menjadi salah satu pendiri Napster dan Facebook mempunyai kekayaan USD 2 miliar dalam usia 33 tahun.
Rupanya, situs jejaring sosial Facebook telah menghasilkan pundi-pundi uang untuk generasi muda. Bahkan, kekayaan Zuckerberg melebihi orang terkaya Indonesia yaitu Budi Hartono dengan kekayaan yang hanya USD 8,5 miliar.

Jumat, 01 Maret 2013

Jualan gorengan, mahasiswa ini raup untung Rp 120 juta per bulan

Semua orang tentu mengenal makanan gorengan. Bukan hal sulit menemukan penjual gorengan di jalanan. Tidak bisa dipungkiri, banyak orang yang doyan makan gorengan.
Fenomena ini rupanya ditangkap oleh Riyadh Ramadhan, seorang mahasiswa berusia 19 tahun, lulusan SMA Al Hikmah Surabaya. Dia jeli melihat makanan gorengan sebagai potensi untuk berbisnis.
Riyadh menceritakan, aktivitas bisnisnya sebenarnya sudah dimulai sejak dia duduk di bangku Sekolah Dasar. Ketika itu dia biasa menjual mainan anak-anak dan gambar tempel kepada teman-teman sekolahnya. Dia mengatakan inspirasi menjadi pebisnis didapat dari kedua orang tuanya yang juga pebisnis yang sukses mengelola lembaga pendidikan.
Proses Riyadh terjun ke bisnis makanan gorengan ini dimulai ketika dia masih berusia 16 tahun, saat masih duduk di bangku SMA. Tahun 2009, berawal dari hobi memasak dan melihat peluang usaha, dia berinisiatif menjual gorengan kepada teman-teman sekolahnya. Semua itu awalnya dia lakukan secara otodidak.
"Saya melihat di Surabaya banyak penjual gorengan, lalu saya berpikir untuk membikin sendiri," kata Riyadh.
Dengan restu dan izin kedua orang tuanya, Riyadh memulai bisnis gorengannya di sekolah. Awalnya dia sempat merasa risih dan malu karena banyak teman yang mengejeknya.
Namun dia tetap berpikir positif untuk terus mengembangkan bisnisnya. Setelah berjalan setahun ternyata bisnis gorengannya makin laris hingga dia berpikir untuk membuka kafe gorengan di mal.
Dengan bekal keuntungan setahun dan bantuan dana dari orang tuanya, Riyadh mulai membuka kafe gorengan di salah satu mal di Surabaya dengan nama Go Crunz. Di kafe itu dia menyediakan menu gorengan, seperti kentang, jamur, ayam, dan otak-otak ikan. Selain gorengan, dia juga menyediakan beragam pilihan minuman.
Dengan harga Rp 6.000-Rp 9.000 per kotak yang berisi empat sampai lima gorengan ternyata banyak orang menyukai gorengan Riyadh. Tak seberapa lama, dia pun membuka dua gerai baru.
Dari ketiga gerai itu, total omzet yang didapatnya mencapai Rp 120 juta per bulan, dengan laba sekitar 40 persen dari omzet. Pada Oktober 2010 Riyadh pun resmi menawarkan kemitraan usaha. Hingga kini Riyadh telah memiliki 12 gerai usaha yang tersebar di beberapa kota, antara lain Jakarta, Bekasi, Malang, dan Balikpapan.
Meraih kesuksesan di usia muda mungkin menjadi impian banyak orang. Namun bagi Riyadh Ramadhan impian itu kini telah diraihnya menjadi kenyataan. Bisnis gorengannya tumbuh cukup 'subur'.
"Saya ingin beberapa tahun ke depan bisa go international," ucapnya.
Kisah sukses bisnis gorengan berhasil mengantarkan Riyadh dinobatkan sebagai Entrepreneur Termuda 2010 versi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

sumber : Merdeka.com

BIOGRAPHY YUSUF MANSYUR



Nama Lengkap : Yusuf Mansyur
Alias : No Alias
Agama : Islam
Tempat Lahir : Jakarta
Tanggal Lahir : Minggu, 19 Desember 1976
Zodiac : Sagitarius

Ayah : Abdurrahman Mimbar
Ibu : Humrif'ah
Istri : Siti Maemunah
BIOGRAFI
Ustad Yusuf Mansyur dikenal sebagai pimpinan Pondok Pesantren Daarul Quran Bulak Santri, Cipondoh, Tangerang dan pimpinan pengajian Wisata Hati. Ustad kelahiran Jakarta, 19 Desember 1976 ini melalui perjalanan berliku sampai menjadi ustad terkenal seperti sekarang.

Ustad Yusuf lahir dari keluarga Betawi yang berkecukupan pasangan Abdurrahman Mimbar dan Humrif'ah dan sangat dimanja orang tuanya. Lulusan terbaik Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol, Jakarta Barat, tahun 1992 ini pernah kuliah di jurusan Informatika namun berhenti tengah jalan karena lebih suka balapan motor.

Meski tak sempat menuntaskan kuliah, Ustad Yusuf bersama dua temannya mendirikan perguruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Cipta Karya Informatika.

Ustad Yusuf menikah dengan Siti Maemunah dan telah dikaruniai tiga orang anak.

Pertengahan November 2009, Ustad Yusuf tertimpa musibah. Rumahnya dirampok, dan ia kehilangan uang sekitar Rp100 juta beserta barang berharga. Namun, beliau menolak memperpanjang kasusnya di polisi.

Pada tahun 1996, dia terjun di bisnis Informatika. Sayang bisnisnya malah menyebabkan ia terlilit utang yang jumlahnya miliaran. Gara-gara utang itu pula, Ustad Yusuf merasakan dinginnya hotel prodeo selama 2 bulan. Setelah bebas, Ustad Yusuf kembali mencoba berbisnis tapi kembali gagal dan terlilit utang lagi. Cara hidup yang keliru membawa Ustad Yusuf kembali masuk bui pada 1998.

Saat di penjara itulah, Ustad Yusuf menemukan hikmah tentang shodaqoh. Selepas dari penjara, Ustad Yusuf berjualan es di terminal Kali Deres. Berkat keikhlasan sedekah pula, akhirnya bisnis Ustad Yusuf berkembang. Tak lagi berjualan dengan termos, tapi memakai gerobak, Ia juga mulai punya anak buah.

Hidup Ustad Yusuf mulai berubah saat ia berkenalan dengan polisi yang memperkenalkannya dengan LSM. Selama kerja di LSM itulah, Ustad Yusuf membuat buku WISATA HATI MENCARI TUHAN YANG HILANG. Buku yang terinspirasi oleh pengalamannya di penjara saat rindu dengan orang tua. Tak dinyana, buku itu mendapat sambutan yang luar biasa.

Ustad Yusuf sering diundang untuk bedah buku tersebut. Dari sini, undangan untuk berceramah mulai menghampirinya. Di banyak ceramahnya, ia selalu menekankan makna di balik sedekah dengan memberi contoh-contoh kisah dalam kehidupan nyata.

Karir Ustad Yusuf makin mengkilap setelah bertemu dengan Yusuf Ibrahim, Produser dari label PT Virgo Ramayana Record dengan meluncurkan kaset Tausiah Kun Faya Kun, The Power of Giving dan Keluarga.

Konsep sedekah pula yang membawanya masuk dunia seni peran. Melalui acara Maha Kasih yang digarap Wisata Hati bersama SinemArt, ia menyerukan keutamaan sedekah melalui tayangan yang didasarkan pada kisah nyata.

Ustad Yusuf juga menggarap sebuah film berjudul KUN FA YAKUUN yang dibintanginya bersama Zaskia Adya Mecca, Agus Kuncoro, dan Desy Ratnasari. Film ini merupakan proyek pamungkas dari kegiatan roadshow (ceramah keliling) berjudul sama selama Januari-April 2008.

Melalui Wisata Hati, ia menyediakan layanan SMS Kun Fayakuun untuk menemukan jawaban atas permasalahan yang ada. Ia juga menggagas Program Pembibitan Penghafal Al Quran (PPPA), sebuah program unggulan dan menjadi laboratorium sedekah bagi seluruh keluarga besar Wisata Hati. Donasi dari PPPA digunakan untuk mencetak penghafal Alquran melalui pendidikan gratis bagi dhuafa Pondok Pesantren Daarul Quran Wisata Hati.
http://selebriti.kapanlagi.com/indonesia/y/yusuf_mansyur/
PENDIDIKAN
Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol, Jakarta Barat, tahun 1992
KARIR
  • pimpinan Pondok Pesantren Daarul Quran Bulak Santri, Cipondoh Tangerang
  • pimpinan pengajian Wisata Hati
  • Salah Satu Pendiri perguruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Cipta Karya Informatika.