Selasa, 12 Februari 2013

Kisah Sukses - Bill Gates


Bill Gates

William Henry Gates III lahir pada tahun 1955, anak kedua dari tiga bersaudara dalam keadaan sosialnya terkemuka di Seattle, Washington. Ayahnya seorang pengacara dengan perusahaan yang punya banyak koneksi di kota, dan ibunya seorang guru, yang aktif dalam kegiatan amal. Bill seorang anak yang cerdas, tetapi dia terlalu penuh semangat dan cenderung sering mendapatkan kesulitan di sekolah. Ketika dia berumur sebelas tahun, orang tuanya memutuskan untuk membuat perubahan dan mengirimnya ke Lakeside School, sebuah sekolah dasar yang bergengsi khusus bagi anak laki-laki.
Di Lakeside itulah pada tahun 1968 Gates untuk pertama kalinya diperkenalkan dengan dunia komputer, dalam bentuk mesin teletype yang dihubungkan dengan telepon ke sebuah komputer pembagian waktu. Mesin ini, yang disebut ASR-33, keadaannya masih pasaran. Pada pokoknya ini sebuah mesin ketik yang kedalamnya siswa bisa memasukkan perintah yang dikirimkan kepada komputer; jawaban kembali diketikkan ke gulungan kertas pada teletype. Proses ini merepotkan, tetapi mengubah kehidupan Gates. Dia dengan cepat menguasai BASIC, bahasa pemograman komputer, dan bersama dengan para hacker yang belajar sendiri di Lakeside, dia melewatkan waktu ber-jam-jam menulis program, melakukan permainan, dan secara umum mempelajari banyak hal tentang komputer. “Dia adalah seorang ‘nerd’ (eksentrik),” sebagaimana salah seorang guru memberikan Gates julukan itu.
Sekitar tahun 1975 ketika Gates bersama Paul Allen sewaktu masih sekolah bersama-sama menyiapkan program software pertama untuk mikro komputer. Seperti cerita di Popular Electronics mengenai “era komputer di rumah-rumah” dan mereka berdua yakin software adalah masa depan. Inilah awal Microsoft. Komunikasi yang sederhana: Paul dan Gates membicarakan coke dan pizza. Tidak ada orang yang memperhatikan sungguh-sungguh pendapat kami. Semuanya berubah dalam dua dekade terakhir.
Gates masih tetap menyukai junk food, tetapi ia juga menghabiskan waktu dua jam sehari membaca dan menjawab electronic mail yang dikirim 15.000 karyawan Microsoft. Selain itu banyak sekali email dari dari luar Microsoft. Pertanyaan beragam, mulai dari bagaimana pengalaman orang erkeluarga (menyenangkan!), film apa yang saya sukai (Schindler’s List dan Shadowlands), sampai pertanyaan rumit yang harus membuka dulu buku untuk bisa menjawabnya (dan kebetulan saja juga menulis buku!).
Persoalannya, Gates menghabiskan waktu sepanjang hari menjawab email dan berceramah atau mengelola perusahaanya. Gates mencoba menjalankan keduanya, tetapi ia tidak berkesempatan banyak berkomunikasi dengan kelompok yang beragam dan banyak sekali email yang tidak sempat dijawab. Gates senang sekali menulis karena melalui tulisan ini membuatnya bisa berkomunikasi dengan kelompok yang lebih beragam tanpa harus teredit hingga terpotong-potong atau tersaring oleh persepsi seseorang. Kenyataannya tidak semua pertanyaan diajukan melalui email. Kadang orang mencegat Gates di Bandar udara atau mendesaknya untuk menjawab pertanyaan di pameran-pameran komputer atau anak Sekolah mengirim surat kepadanya.
Seorang mahasiswa baru-baru ini menanyakan satu pertanyaan yang penting untuk dia. Yang ingin diketahuinya bukanlah sesuatu yang sangat filosofis, seperti yang mungkin anda duga misalnya mengenai ekonomi pasar bebas. Ia hanya ingin tahu, “apakah Gates sudah terlambat terjun ke industri software dan membangun sebuah perusahaan kemudian menjadi kaya?”. Gates senang mendapat pertanyaan itu dan jawabannya selalu sama, “Inilah saatnya terjun ke bisnis software.” Gates tidak mengatakan Anda bisa membangun Microsoft lainnya. Tetapi paling tidak Anda bisa mendapatkan omset penjualan dua juta dollar setahun dengan menjual 10.000 kopi produk senilai 200 dolar AS. Cukup lumayan dan bisa terjadi kapan saja. Karena Gates ingat bagaimana menariknya memulai sebuah perusahaan software, ia juga menikmati cerita keberhasilan orang lainnya. Perusahaan software yang kecil selalu perlahan-lahan mulainya. Perusahaan dimulai seseorang yang memiliki gagasan. Ia, pria atau wanita, mencari beberapa teman yang tahu bagaimana membuat program dan mereka kemudian menelorkan sebuah produk.
Banyak sekali karya kesenian yang mereka lakukan karena mereka peduli dengan pekerjaan itu. Biasanya mereka membuat produk untuk satu pelanggan dan karena hasilnya memuaskan, mereka segera mendapat pembeli lainnya. Jika Anda ingin memulai sebuah perusahaan, strategi utamanya temukan lingkungan sosial yang pas. Lupakan keinginan menciptakan program pengolah kata untuk menulis, atau program spreadsheet untuk menganalisis keuangan, atau produk utama lainnya yang saingannya sudah banyak. Sebaliknya, ciptakan produk yang bisa menolong penggunanya mengerjakan pekerjaan spesifik atau bisa memberikan informasi praktis dalam bidang seperti obat-obatan, asuransi, akunting, arsitektur atau bidang pemerintahan. Software seperti itu mendatangkan peruntungan yang kecil-kecilan. Jika Anda tidak puas dengan peruntungan yang kecil-kecilan itu, Anda harus sampai pada tahapan peralihan generasi. Kali ini mahal dan berisiko.
Setiap beberapa tahun satu generasi teknologi memberikan jalan baru. Ingat munculnya IBM PC di awal tahun 1980-an. Microsoft bertaruh IBM PC akan menjadi penting. Kemudian Microsoft menciptakan sistem operasi MS-DOS untuk IBM PC. Hasilnya Microsoft menjadi pelopor dalam software sistem operasi. Tidak ada yang pernah mendengar mengenai Lotus sampai satu pemikiran cemerlang melaksanakan perubahan generasi menciptakan Lotus 1-2-3 spreadsheet pertama yang dirancang khusus untuk IBM PC.
Apple’s Macintosh dan Microsoft Windows adalah sang pemenang selanjutnya, ketika dunia menginginkan pengolahan grafik dan meninggalkan program lama yang hanya menampilkan teks. Untuk mendapatkan kemenangan besar, anda pun harus mengkonsentrasikan diri pada perubahan generasi, sesuatu yang diabaikan perusahaan besar. Dan taruhannya mahal sekali. Baru-baru ini sejumlah wiraswastawan berspekulasi software yang bisa digunakan pemakai komputer dengan cara menulis dengan tangan, bukan lagi menekan pada huruf, akan menjadi generasi baru software pengolah kata ada spreadsheet. Mereka memulai menciptakan produk baru yang mereka pikir akan memenangkan persaingan. Mereka salah. Suatu spekulasi besar. Apa yang harus saya anjurkan pada seorang mahasiswa yang ingin menjadi wiraswastawan software?
Pelajari untaian sebuah perusahaan yang sudah ada.
Carilah lingkungan sosial anda sendiri.
Berhubunganlah dengan modal ventura.
Temukan orang yang cerdas.
Dan jangan lupakan coke dan pizza.
Percayalah, akan ada banyak pekerjaan di malam yang larut.

Ahok: Nggak Ada Lagi 'Prit Gocap'



Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku siap mengeluarkan kebijakan sistem tilang online bekerjasama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.


Sistem online dimaksudkan memberikan penindakan bagi pelanggar lalu lintas yang dilakukan secara online. Sehingga diharapkan tidak ada lagi pelanggar lalu lintas yang melakukan damai di tempat.

"Jadi kalau ada pelanggaran, nggak ada lagi oknum prit jigo, prit gocap. Dengan begitu orang akan menjadi lebih nyaman," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, Senin (12/2/2013).

Menurutnya sistem tilang elektronik itu juga dapat membantu mengidentifikasi apakah kendaraan yang digunakan hasil curian atau bukan. Karena setiap kendaraan akan didaftarkan ulang untuk mendapatkan data valid dari pemilik kendaraan yang digunakan.

"Nanti STNK dan plat nomor bisa ketahuan asli atau tidak. Dan kita maunya tahun ini bisa berjalan. Pak gubernur juga maunya kalau bisa cepat lebih baik," kata pria yang akrab disapa Ahok itu.

Program tersebut tengah disiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, termasuk penggunaan kamera pengintai agar dapat melihat setiap pelanggar di jalan raya.

"Untuk penyediaan memang harus kerjasama dengan bank lagi. Namun jika bank tidak mau karena mungkin terlalu mahal investasinya maka akan kami buka untuk tender perusahaan," jelas Ahok

Mengenai kerjasamanya nanti, Ahok menjelaskan akan menggunakan sistem bangun dan transfer, dimana nantinya Pemprov DKI Jakarta akan mencicil nilai investasi yang dikeluarkan oleh investor ketika sistem ini selesai dibangun dan telah dilaksanakan.

Dan pihak kepolisian juga diuntungkan karena sistemnya sama-sama praktis. Kategori yang masuk ke dalam tilang yakni melewati garis, melewati jalur bus Transjakarta, melawan arah dan berhenti disembarang tempat.

"Macam-macam, kamu injak di jalur kuning, di box kuning. Kan ada kamera. Kita pasang kamera dan kita bisa ‘tembak’ kamu punya pelat nomor. Begitu tahu kamu injak, kita foto terus kita kirim. Kalau alamat tidak jelas, nanti ketika kamu menyambung STNK kita blok," tandasnya.[bay]

Sumber: Inilah.com

Sabtu, 09 Februari 2013

INILAH 7 TEMPAT HIBURAN MENGASYIKAN DI ASIA



Beberapa negara di Asia memiliki aneka pilihan tempat hiburan yang layak untuk dicoba. Dengan bekal dana yang lebih hemat dibanding ke Eropa, tiap tempat menawarkan wahana unggulannya sendiri. Kalau bias merasakan masing-masing tempat, tentu Anda jauh lebih menikmati serunya.
Dikutip dari Yahoo Travel, inilah ketujuh tempat hiburan Asia yang bisa Anda pilih:
                                                                                                                                                                              
Universal Studios, Singapura. Meski belum genap dua tahun di Singapura, teman hiburan ini menyedot pengunjung dari Singapura dan negara tetangganya. Ada banyak pilihan wahan dan pertunjukan dari program teve dan film besutan Universal Studios. Misalnya Battlestar Galactica, Shrek, Madagascar, Jurassic Park, The Mummy, dan wahana Transformers The Ride: The Ultimate 3D Battle   
Ocean Park, Hong Kong. Tempat ini punya roller coater yang bisa dipacu hingga 77 km/jam. Ada pula empat panda raksasa, akuarium, dan rumah hantu jika bulan  Halloween tiba.  
Sunway Lagoon, Kuala Lumpur, Malaysia. 

 

 Di sini Anda akan mengunjungi taman safari dan tempat olahraga ekstrim. Wahana yang menarik salah satunya adalah kolam selancar dengan enam jalur. Kalau ingin menikmati keindahan matahari terbenam, Anda bisa mengapung di kolam memakai ban pelampung sembari bersantai. 

Tokyo Disneyland, Jepang.  

 Taman hiburan ini tepat sekali buat Anda yang suka dengan aneka karakter Disney. Mickey, Donald, Gufi, Winnie The Pooh, dan karakter lain setia menemani Anda di sini. Salah satu wahana yang cukup diminati adalah Fantasyland. Hanya saja, untuk bermain selama tiga menit, Anda harus mengantre kurang lebih 100 menit karena penuhnya antrean. Dan, pengunjung Tokyo Disneyland mencapai 26 juta orang per tahunnya.

Siam Park City, Bangkok. 

 Taman hiburan ini menawarkan berbagai wahana safari hutan, roller coaster, menara pandang yang tinggi. Kalau merasa capek setelah bermain, tinggal menuju layanan spa yang ada. Tarif masuknya terbilang murah.

Waterbom Bali, Indonesia. 

Bali tidak hanya terenal dengan pantainya yang indah. Di sana terdapat sebuah waterboom seluas 3,8 hektar yang cocok dipakai untuk berlibur bersama keluarga. Berbagai wahana dan seluncur air bisa dinikmati di area yang ada di pusat kota Kuta ini. 

Everland, Yongin, Korea Selatan. 

Di sana, taman hiburan ini yang terbesar. Di dalamnya terdapat kebun binatang dan taman air Caribbean Bay yang cukup sohor. Pengunjungnya saja mencapai 8,6 juta jiwa per tahun.

Kamis, 07 Februari 2013

Kisah Sukses Alim Markus, Dari Lampu Teplok, Jadi Raja Panci





Sebagian besar ibu rumah tangga pasti pernah memakai produk Maspion. Namun, tak banyak yang tahu bahwa nama besar Maspion berawal dari pabrik lampu teplok yang dibesarkan protolan SMP di sebuah rumah petak 4 x4.
Maspion dan Alim Markus ada­lah dua nama yang tak terpisah­kan. Orang kini mengenal Maspion sebagai salah satu ke­lompok usaha besar asal Jawa Timur, yang tak hanya berkutat di industri peralatan rumah tanga, namun juga menjamah perbankan, real estat, hingga properti. Sedangkan Alim Markus adalah nahkoda dibalik semua kisah sukses itu. Pria berperawakan sedang ini rela mengorbankan pendidikan dan masa kecilnya saat mulai berkiprah di dunia bisnis.
Alim Markus dilahirkan 57 tahun lalu, tepatnya 24 September 1951 di sebuah rumah petak seluas 4×4 meter persegi di Jalan Ka­pasan Gang II nomor 22. Karena minimnya ukuran rumah, Alim Markus yang kini me­mim­pin grup usaha yang terdiri dari 53 perusahaan itu harus hidup uyel-uyelan dengan ayah, ibu, dan ketiga adiknya. “Jika salah ang­gota keluarga buang air kecil, baunya langsung ke mana-mana,” ujar Alim Markus sambil terkekeh saat ditemui di kantor Maspion Kembang Jepun, Surabaya, pekan lalu.
Markus muda tak betah terus hidup susah. Sebagai anak tertua di keluarga, Markus bertekad merubah nasibnya dengan beker­ja sekeras mungkin dan menjadi orang sukses. “Saya nekat berhenti sekolah sebelum lulus SMP, saya ingin jadi pengusaha sukses dan kuat. Karena itu saya memilih serius membantu orang tua bekerja dari jam lima pagi sampai tujuh malam,” tutur peng­­usaha yang hingga kini menjabat ke­tua Asosiasi Pengusaha In­do­nesia (Apindo) Jatim itu.
Markus kemudian me­ngerah­kan seluruh upa­yanya membesarkan usaha UD Logam Djawa yang didirikan ayahnya Alim Husin pada Oktober 1965, di daerah Pecindilan, Surabaya. UD Logam Djawa awalnya memproduksi lampu teplok. Alim Hu­sin ketika itu sanggup memproduksi 300 lusin lampu teplok perhari.
Produk Maspion

Saat Alim Markus terjun total mem­bantu bisnis sang ayah, dia ma­sih berumur belia, 15 tahun. Ketika anak seusianya memuaskan gairah anak muda, Alim Markus menjalani semua aktivitas buruh pabrik. Mulai dari ngepel lantai sampai menangani pekerjaan staf administrasi, staf keuangan, dan lain-lain. Markus juga sempat juga terlibat dalam pemasaran. Dengan sepeda pancal dia berkeliling menjajakan barang ke toko-toko di daerah Pabean dan Pasar Turi.
Setelah bekerja keras lima tahun lebih, keluarga Markus mu­lai memetik hasil dan mulai mancapai sukses. Minat ma­syarakat sekitar semakin bertambah, produk dari UD Logam Dja­wa makin laris. Akhirnya pada 1972 didirikan Maspion yang berarti Mengajak Anda Selalu Percaya Industri Olahan Nasional. Pada tahun itu juga, Markus memiliki mobil pertamanya yakni Holden. Markus juga memboyong keluarganya dari rumah petak ke rumah cukup besar di kawasan yang lebih elit yakni di Embong Tanjung No. 5, yang dia tinggali sampai sekarang. Perusahaan pun dipindah ke daerah Gedangan, Sidoarjo. Alim Husin, yang mulai yakin terhadap kemampuan anak-anaknya, secara perlahan mulai menarik diri dari panggung. Dan sebagai putra tertua, Alim Markus muda yang ditunjuk langsung sebagai presiden direktur, sedangkan Alim Husin sebagai Chairman. Saudara kandung lainnya Alim Mulia Sastra, Alim Satria, dan Alim Prakasa masing-masing didudukan sebagai direktur pengelola.
Kata kolega
Sederhana tetapi berkarakter sehingga banyak orang yang segan dan menjadikannya panutan.”
Henry J. Gunawan, Presdir PT Surya Inti Permata Tbk

Alim tetap ulet beker­ja keras dengan jujur walau dulu banyak pengusaha yang memakai dana BLBI.”
Erlangga Satriagung, Ketua Kadin Jatim

BIODATA
Nama: Alim Markus
Lahir: Surabaya, 24 September 1951
Jabatan:Presiden Direktur Grup Maspion
Orangtua:Ayah Alim Husin, Ibu Angkasa Rachmawati
Istri: Sriyanti
Anak:Enam Orang
Saudara kandung:Alim Mulia Sastra, Alim Satria, dan Alim Prakasa
Pendidikan: Kelas 3 SMP tidak selesai
Anak perusahaan : 53
Bidang Usaha : produk kebutuhan rumah tangga, konstruksi, material, dan industri, property, gedung perkantoran dan mal, dan jasa keuangan
Karyawan : 30.000 orang
Sumber : jawapos

Rabu, 06 Februari 2013

TENJIN, JAZZ, KOPI, dan MODIS


Tenjin adalah nama daerah pusat kota Fukuoka di Jepang. Setiap akhir pekan, kawasan Tenjin ramai dikunjungi wisatawan domestik Jepang yang datang dari berbagai penjuru Pulau Kyushu. Jika Anda datang ke Tenjin, di mana-mana ada tempat belanja, tempat makan, tempat ngopi, tempat hiburan. Kalau Anda datang ke kafe, musik yang biasanya diputar adalah musik jazz, termasuk yang dimainkan musisi Jepang.

Anda bisa ngopi di kafe-kafe yang tersebar di Tenjin, baik yang ada di kawasan Tenjin Underground Shopping Arcade, pusat perbelanjaan di bawah tanah, maupun kafe-kafe di seputar Tenjin, yang tentunya mudah dicapai dengan berjalan kaki. Harga segelas caramel machiato di Starbucks Coffee di Tenjin 420 Yen Jepang, tidak jauh berbeda dengan harga di Jakarta.

Setiap sore, suasana di Starbucks Coffee di sebelah Toko Buku Junkudo, selalu penuh. Sebagian duduk-duduk di luar sambil merokok, untuk membunuh udara dingin yang menusuk.

Tenjin mudah dicapai karena di kawasan belanja ini, terdapat Stasiun KA bawah tanah (subway) Nishitetsu Fukuoka Tenjin Station, yang menghubungkan stasiun-stasiun subway di Fukuoka, termasuk dari Terminal Domestik Bandara Fukuoka.

 
Jika Anda duduk beberapa saat sambil "cuci mata" melihat gerak-gerik perempuan-perempuan yang melintas di kawasan Tenjin, Anda akan menemukan banyak perempuan Jepang yang berpenampilan modis.

Mereka asyik memegang ponsel atau juga ngopi sambil baca buku, atau memegang barang belanjaan. Semua tempat belanja di kawasan Tenjin memiliki akses langsung di bawah tanah ke Tenjin Underground Shopping Arcade, mulai dari Tenjin Core, Vivre, IMS, Daimaru, Mitsukoshi, Solaria Plaza, sampai Solaria Stage.

Tenjin menjadi tempat belanja dan hiburan paling menyenangkan bagi warga Fukuoka dan sekitarnya, bahkan bagi wisatawan mancanegara. Kota Fukuoka adalah ibu kota Prefektur Fukuoka di Jepang.




Kota ini dibangun pada bulan April 1889, dan kini berkembang menjadi kota modern seluas 340,60 km2 (atau separuh luas Kota Jakarta). Penduduk Kota Fukuoka hanya 1,4 juta jiwa, dan GNP Kota Fukuoka saat ini mencapai 6.172 miliar Yen. (Robert Adhi Ksp, dari Fukuoka, Jepang)


Penulis : Robert Adhi Ksp
Sumber : KOMPAS