Tidak lain dan tidak bukan warung-warung kecil tersebut menawarkan sesuatu yang sangat istimewa bagi penggemar makanan jenis seafood yakni 'sotong pangkong' atau cumi-cumi yang sudah dikeringkan dan dibakar dengan pengapian arang kemudian disajikan dengan sambal yang istimewa, ada yang menggunakan kacang tanah dan ada yang menggunakan jeruk nipis.
Sambil mempersiapkan pesanan para pelanggan Jamilah memaparkan, bahwa kesempatan menjual sotong pangkong hanya satu tahun sekali. Hanya di bulan Ramadhan jajanan sotong pangkong begitu diminati kehadirannya.
Dengan ukuran sotong yang berbeda, harganyapun berbeda, ada paket ekonomi yang ditawarkan Jamilah berkisar Rp 5.000, semakin besar sotong yang dipesan, maka harganyapun semakin mahal bahkan per ekornya ada yang mencapai Rp 20.000 per porsinya.
Untuk minggu pertama bulan puasa Jamilah mengakui pendapatannya berkisar Rp 350.000-Rp 400.000, dan seperti tahun lalu pada dua minggu terakhir menjelang lebaran, jajanan sotong pangkong sangat diminati atau laris manis.
Usai shalat tarawih adalah puncak kesibukan bagi Jamilah, sebab secara serentak para jama'ah masjid menyerbu warungnya memesan sotong pangkong, sehingga mengantisipasi hal tersebut Jamilah menambah tenaga pekerjanya yang terdiri dari saudaranya sendiri.
"Keuntungan dari penjualan sotong pangkong, sangat membantu perekonomian keluarga, apalagi menjelang lebaran segala kebutuhan selalu meningkat," ujar Ibu muda yang memiliki jiwa wirausaha ini.
Andre mengakui, sotong pangkong yang berada di sepanjang jalan Merdeka Barat tergolong lebih ekonomis, makanya tak heran jika setiap bulan Ramadhan sotong pangkong adalah makanan yang digemari oleh berbagai lapisan masyarakat.
Penulis : adi
Sumber: Harian BERKAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar